Jadi Korban Salah Tangkap & Dipenjara 3 Tahun, Ini Pegakuan Pengamen Hingga Disetrum Polisi

Penyiksaan diterima karena dipaksa mengaku melakukan pembunuhan di kolong jembatan, samping kali Cipulir

Jadi Korban Salah Tangkap & Dipenjara 3 Tahun, Ini Pegakuan Pengamen Hingga Disetrum Polisi
Kompas.com
Fikri Pribadi saat ditemui media 

TRIBUNBATAM.id - Fikri Pribadi, seorang pengamen mendadak menuntut ganti rugi ke Polda Metro Jaya.

Tak hanya ke Polda Metro Jaya, sang pengamen juga menuntut ganti rugi ke Kejaksaan DKI.

Fikri Pribadi mengaku dirinya mengalami penyiksaan oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Penyiksaan itu dia terima beserta empat orang pengamen lainya karena dipaksa mengaku melakukan pembunuhan di kolong jembatan, samping kali Cipulir, Jakarta Selatan, 2013 silam.

Awalnya Fikri (17), Fatahillah (12), Ucok (13) dan Pau (16) menemukan sesosok mayat di bawah kolong jembatan pada malam hari.

Ibunya Pergi ke Sawah, 2 Anak SD di Magetan, Malah Lakukan Hunungan Suami IStri 

Diperkarakan ke MK, Ini Sejumlah Fakta Foto Caleg Evi Apita Maya Hingga Pembelaannya

Sepasang Lansia Tak Mau Dipisahkan saat Naik Haji, Darii Tanah Air ke Madinah Selalu Gandengan

Caleg DPD Diperkarakan ke MK, Karena Pasang Foto Cantik, Ini Pembelaan Evi Apita Maya

Dia mengaku tidak mengenali sosok mayat tersebut.

Sontak dia langsung melapor pihak sekuriti setempat terkait temuan itu.

Pihak sekuriti lantas melapor ke pihak polisi.

Saat polisi datang ke lokasi, Fikri dan ketiga temanya sempat diminta menjadi saksi untuk proses penyidikan.

"Polisinya bilangnya 'tolong ya Abang jadi saksi ya'. 'iya nggak papa saya mau' saya jawab begitu. Tahunya pas sudah di Polda malah kita yang diteken," kata dia saat ditemui di Pengandilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (17/7/2019).

Halaman
123
Editor: Zabur Anjasfianto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved