BPR Tak Perlu Bayar Premi Restrukturisasi Perbankan yang Ditetapkan LPS

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berencana menetapkan premi program restrukturisasi perbankan (PRP) di kisaran 0%–0,007%.

BPR Tak Perlu Bayar Premi Restrukturisasi Perbankan yang Ditetapkan LPS
Tribun Batam/Agoes Sumarwah
Suasana pelayanan di BPR 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berencana menetapkan premi program restrukturisasi perbankan (PRP) di kisaran 0%–0,007%.

Namun tak semua bank harus membayar kutipan ini.

Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah mengatakan, salah satu yang tidak akan dikutip premi adalah bank perkreditan rakyat (BPR)

"Rencananya premi PRP akan dikenakan maksimum 0,007% terhadap bank berdasarkan aset. Sedangkan untuk BPR akan dikenakan 0% atau bebas premi," kata Halim kepada Kontan.co.id

Menurut Halim, beleid terkait premi PRP ini kelak akan mengelompokkan bank berdasarkan jumlah aset.

Kelompok dengan aset terendah, yaitu BPR ini yang akan bebas premi. Artinya seluruh bank konvensional pasti akan membayar premi PRP.

Halim menambahkan premi PRP sendiri dibayarkan di luar premi penjaminan LPS sebesar 0,2% dari total dana pihak ketiga (DPK) bank yang dibayar tiap semester.

Premi PRP bertujuan sebagai kantong dana penyelamatan bagi bank sistemik ketika mengalami kolaps.

Ini merupakan turunan regulasi UU 9/2016 tentang Pencegahan dan Penangan Krisis Sistem Keuangan.

"Premi PRP ini merupakan premi tambahan yang berguna untuk memupuk dana resolusi (resolution funds) dan digunakan untuk menolong bank-bank jika kondisi perbankan mengalami krisis," jelasnya.

Halaman
12
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved