Paguyuban Puwnten Lantik Pengurus Periode 2019-2014, Isdianto Berharap Bisa Bersinergi Bangun Batam

Paguyuban Warga Banten (Puwnten) kota Batam melangsungkan Pelantikan Pengurus Periode 2019-2024 sekaligus halal bihalal.

Editor: Eko Setiawan
ist
Paguyuban Warga Banten (Puwnten) kota Batam melangsungkan Pelantikan Pengurus Periode 2019-2024 sekaligus halal bihalal di Bandar Jaya Oriental Seafood Resto berlokasi di Jalan Raja Ali Haji Fisabillilah, Teluk Tering, Batam Center, Minggu (21/7/2019). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Paguyuban Warga Banten (Puwnten) kota Batam melangsungkan Pelantikan Pengurus Periode 2019-2024 sekaligus halal bihalal.

Pelantikan ini dilakukan di Bandar Jaya Oriental Seafood Resto berlokasi di Jalan Raja Ali Haji Fisabillilah, Teluk Tering, Batam Center.

Ketua Umum Paguyuban Warga Banten (Puwnten) Batam, Muhammad Nawawi sering disapa Ki Jaro yang baru saja dilantik mengatakan Paguyuban Puwnten ini bisa membuat yang terbaik untuk warga Batam.

Sekaligus saling berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Batam.

Ia berharap sebanyak 30-an orang pengurus yang telah dilantik bisa bekerja sesuai dengan amanah.

Sekaligus mempererat silahturahmi internal maupun eksternal.

Kegiatan rutin yang dilakukan setiap 2 minggu sekali mengadakan pengajian sekaligus silahturahim.

Sebanyak 530an anggota yang sudah tergabung dalam paguyuban warga Banten (Puwnten).

"Walaupun kami baru dilantik tapi kami sudah banyak program terutama dibidang religi," ujar Ki Jaro, Minggu (21/07/2019).

Ditempat yang sama, Pembina Paguyuban Warga Banten (Puwnten) kota Batam, Dedi Gunawan sering disapa Iwan mengatakan pelantikan pengurus ini sudah periode kedua. Sudah dibentuk sejak 2010 lalu.

"Pengurus yang lama sudah di provinsi," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Umum Paguyuban Warga Banten (Puwnten) kota Batam, Herru menyebutkan kegiatan pengajian dilakukan secara bergantian dirumah para anggota paguyuban selama 2 minggu sekali. Selain itu ada kegiatan lain seperti silat.

"Program kedepan kami akan lakukan penghijauan dan sosial," ujar Herru di temani oleh Ketua I, Ahmad Sayudi, dan Ketua 2 Supriadi.

Pengurus juga mengimbau apabila ada warga Banten di Batam yang belum bergabung, bisa langsung mengunjungi Sekretariat yang ada di Batam.

Tepatnya di Jalan Teratai Baloi Center.

Pemilihan RW di Tanjungriau Batam Bak Pemilihan Presiden, Begini Keseruannya

Menang Lawan PSIS Semarang, Legenda Persib Bandung Sebut 2 Pemain Ini Punya Peran Besar

Permasalahan Sampah di Batam, Pemerintah Sebut Ini Merupakan Tanggung Jawab Bersama

Hasil Indonesia Open 2019 - Kalahkan Wakil Denmark, Chou Tien Chen Juarai Indonesia Open 2019

Acara ini dihadiri oleh Plt Gubernur Kepri, Isdianto, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Berbagai pertunjukkan tradisi seni dari Banten dipertunjukkan mulai dari tarian hingga silat.

Plt Gubernur Kepri, Isdianto mengharapkan semoga warga Banten di Batam semakin lebih baik lagi.

Ia juga turut mengimbau warga Banten di Batam untuk selalu menciptakan Batam agar lebih aman dan kondusif.

"Sisi keamanan di Kota Batam ini yang membuat nyaman adalah warga Banten yang dicintai. Mari kita menjaga dan membangun kota Batam yang kita cintai.

Bantu berikan pengertian kepada warga kita agar pelaksanaan pembangunan berjalan dengan baik.

Dengan keberadaan warga Banten yang kita cintai, pastinya tahu persis bagaimana pembangunan.

Mari kita jaga keutuhan dan silahturahim," kata Isdianto.

Sekretaris Jenderal warga Banten (Puwnten) Pusat, Mardini mengakui tugas utama dalam paguyuban ini adalah bisa saling membantu sesama.

Dan berpartisipasi dengan pemerintah setempat.

"Kepada pak Wali mohon pantauan warga Banten pak. Mereka merantau sangat jauh. Yang jelas kita tak pernah meminta-minta tapi kita selalu membantu. Jangan sampai mereka terbengkalai pak. Apabila ada terbengkalai mohon kami yang dihubungi," tutur Mardini.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, dalam kata sambutannya mengatakan warga yang sudah memiliki KTP Batam semuanya tetap warga Batam.

Pemekaran Kecamatan di Kabupaten Anambas, Dokumen Kecamatan Kute Siantan Masih di Biro Hukum Kepri

Hasil Akhir Bhayangkara FC vs Persipura Jayapura, Gol Boaz Salossa Bawa Kemenangan Mutiara Hitam

Cekcok dengan Suami, Wanita Ini Nekat Naik ke Atas Mobil, Endingnya Mengejutkan

Hasil Akhir Persebaya vs PS Tira Persikabo, Gol Wawan Febrianto Bawa Skor Imbang

Jadi tak perlu pulang lagi. Pasalnya lebih banyak warga rantau jika dibanding dengan warga asli.

"Batam perlu dibangun lagi bersama-sama. Hari ini kita coba membawa Batam dari kota industri menjadi kota pariwisata," kata Rudi.

Rudi melanjutkan Paguyuban Asal Banten ini pasti memiliki budaya dan tradisi. Ia berharap, bisa dikembangkan dikota Batam. Kenapa? Target kunjungan wisata di Kota Batam selalu meningkat setiap tahunnya naik.

Pasalnya target terbesear nomor 3 setelah Bali dan Jakarta. Pertumbuhan ekonomi tergantung pada wisata.

"Saya minta dukungan, infrastruktur jalan utama. Sejuta pohon ketapang kencana akan ada di Batam. Pemko Batam juga sudah bangun masjid yang diprediksikan selesai 2020 mendatang. Peresmiannya 20 September 2019 menampung 20 ribuan ribu jemaah. Sengaja saya bangun karena saya mau menghidupkan wisata religi di Batam. Waktu peletakkan batu pertama ada 2 ribu jemaah. Waktu pelantikan saya harapkan 50 ribu. Masjid itu dinamakan masjid Sultan Mahmud Riayat syah," papar Rudi.

Ia juga mengimbau jika ingin datang, silahkan menggunakan pakaian putih-putih. Direncanakan akan hadir Ustad Abdul Somad, KH. Habib Syeh, dan Ustad Datuk Kasim Ilias.

"Wakil presdien mudah-mudahan bisa hadir. Kita menyiapkan 28 ekor lembu dan menyerahkan kepada setiap kecamatan. Siapa yang kuliner paling enak 3 orang akan ikut umroh pada Desember mendatang," kata Rudi. (tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved