Blak-blakan Usai Bertemu Prabowo, Jokowi Sebut Soal Anak : Anak Saya Tak Ada yang Tertarik Politik

Pada beberapa hari belakangan beredar dokumen bertajuk Risalah Rapat Pengangkatan Menteri Pembantu Presiden Joko Widodo Dalam Kabinet Kerja Jilid II P

Blak-blakan Usai Bertemu Prabowo, Jokowi Sebut Soal Anak : Anak Saya Tak Ada yang Tertarik Politik
TRIBUN/DANY PERMANA
Presiden Joko Widodo melakukan sesi wawancara bersama Tribunnews.com di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/7/2019) 

Lha untuk menyelesaikan itu hanya ada dua cara, yaitu investasi masuk dan peningkatan ekspor sebesar-besarnya.

Penyebab defisit neraca perdagangan itu di antaranya impor bahan bakar minyak (BBM) yang masih tinggi. Bagaimana ini?

Problemnya lifting (produksi minyak mentah dan gas) belum bisa melompat, sedangkan kebutuhan makin meningkat karena kendaraan makin banyak. Kalau impornya makin banyak ya menambah makin defisit transaksi berjalan dan neraca perdagangan kita.

Oleh sebab itu kita berusaha menyelesaikan ini bukan hanya melalui lifting tetapi juga penerapan B20 (bio solar, campuran antara solar dan minyak sawit). Penggunaan B20 itu kan hampir 100 persen dari target, ini mau kita tingkatkan lagi.

Saya targetkan sampai akhir tahun masuk ke B30. Lha ini gedhe (besar).Kemudian untuk substitusi impor kita juga memproduksi solar. Mengurangi (impor) banyak sekali.

Avtur juga kita produksi sendiri. Baru saja, kira-kira baru sebulan. Kemudian nanti elpiji, juga mulai kita produksi, mungkin baru dua tahun. Insyaallah selesai dalam dua tiga tahun. Semua butuh waktu.

Impor petro chemical kita juga besar sekali. Mengapa masalah ini nggak selesai-selesai, karena kita tak mau bangun kilang. Sudah sekira 30 tahun kita nggak membangun. Sekarang ini dalam proses, tapi kan selesainya empat tahun, lima tahun.

Kalau punya kilang minyak, turunannya (petro chemical) itu bisa banyak banget, sehingga bisa mengurangi impor.

Apa terobosan yang akan dilakukan pada periode kedua (2019-2024) mendatang?

Birokrasi kita ini ruwet, terlalu banyak eselon. Coba bayangkan, kita perintah ke menteri. Menteri perintah kepada direktur jenderal (dirjen). Selanjutnya dirjen kepada direktur.

Direktur kemudian kepada kasubdit, selanjutnya turun ke kepala seksi. Wow.., muter-muter, beberapa bulan kemudian baru sampai ke saya lagi. Ini yang membuat kecepatan, fleksibilitas, menjadi hilang.

Sebenarnya kita sudah motong banyak sekali. Contoh, izin membangun pembangkit tenaga listrik, sebelumnya perlu 259 izin. Nggak tahu, mungkin 10 koper untuk membawa dokumen tidak cukup.
Itu sudah kita potong menjadi 58 izin.

Menurut saya, 58 (izin) itu masih banyak banget. Ini lah mengapa investasi kita tersendat-sendat. Mangkanya kami masih diberi kesempatan lima tahun lagi, ya untuk menata yang seperti ini. (feb/amb/yls/wil/deo/coz)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Blak-blakan Jokowi Seusai Temu dengan Prabowo : 'Anak Saya Tak Ada yang Tertarik Politik'

Editor: Aminudin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved