BATAM TERKINI

Hutan Mangrove di Nongsa Batam Diduga Disulap Jadi Kavling dan Dijualbelikan

Sedikitnya 17 hektare lahan hutan mangrove di Batu Besar, Nongsa, Batam atau seberang perumahan Gardan Raya diduga disulap menjadi kavling.

Hutan Mangrove di Nongsa Batam Diduga Disulap Jadi Kavling dan Dijualbelikan
TRIBUNBATAM.ID/LEO HALAWA
Sedikitnya 17 hektare (ha) lahan hutan mangrove yang berada di RT 03 RW 14 Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Batam, Kepri atau seberang perumahan Gardan Raya disulap menjadi kavling. 

TRIBUNBATAM.id,  BATAM - Sedikitnya 17 hektare (ha)  lahan hutan mangrove yang berada di RT 03 RW 14 Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa,  Batam,  Kepri atau seberang perumahan Gardan Raya disulap menjadi kavling.

Suherman, tokoh masyarakat setempat meminta agar Badan Pengusahaan (BP) segera menghentikan kegiatan itu.

"Masak hutan mangrove disulap menjadi kapling. Ada nggak izinnya? Salah kaprah semua saya lihat. Kami sangat prihatin terkait lahan itu," katanya,  Senin (22/7/2019).

Suherman mengatakan, setelah ia cek,  lahan itu sudah dijual sedikitnya 300 kapling kepada warga.

Sementara, kata Suherman, menduga belum ada izin.

"Tertulis di pamflet lahan itu gratis. Tapi masih dijual Rp17 hingga Rp 25 juta per kapling. Masak hutan mangrove dibisniskan," katanya.

Anggota Komisi I DPR Kota Batam Jurado Siburian menyayangkan penyulapan lahan itu.

Dari hutan mangrove menjadi kapling.

Katanya, regulasi alih fungsi hutan mangrove dengan kavling tidak segampang itu.

Telkomsel myBusiness Bermitra dengan Google Hadirkan Android Zero-touch Enrollment untuk Korporat

Selain Soal Aset, KPK Juga Soroti Hal Lain Saat Datangi BP Batam, Apa Itu?

Setiap Hari, Dinas Lingkungan Hidup Batam Angkut 1.000 Ton Sampah Rumah Tangga

"Karena itu merusak lingkungan hidup. Jangan sampai menabrak undang-undang," katanya.

Halaman
12
Penulis: Leo Halawa
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved