Minggu Ini Kontainer Berisi Limbah B3 Akan Segera di Re-Ekspor Dari Batam ke Negara Asal

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Herman Rozie mengatakan re-ekspor limbah yang terkontaminasi limbah B3 dari 65 kontainer di Pelabuhan Batu A

Minggu Ini Kontainer Berisi Limbah B3 Akan Segera di Re-Ekspor Dari Batam ke Negara Asal
TRIBUNBATAM.id/Dewi Haryati
Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan wakilnya Amsakar mengecek kontainer di Batu Ampar menyusul ada pesan berantai yang menyebut ada kontainer bermuatan limbah, Jumat (14/6/2019). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Herman Rozie mengatakan re-ekspor limbah yang terkontaminasi limbah B3 dari 65 kontainer di Pelabuhan Batu Ampar dilakukan dalam minggu ini.

Ada aturan ataupun SOP yang harus diselesaikan oleh pihak importir. Sehingga tak bisa langsung dire-ekspor.

"Limbah yang tak terkontaminasi dirilis yang bermasalah direekspor dalam minggu ini," ujar Herman kepada Tribun, Senin (22/7/2019).

Sebelumnya, menanggapi 65 kontainer sampah plastik di Pelabuhan Batu Ampar belum ada tindak lanjutnya, Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Budi Mardianto mempertanyakan siapa yang membayar biaya barang selama tertahan di Pelabuhan Batu Ampar. Berdasarkan aturannya hanya 90 hari.

"Kenapa saya pertegas saja pak? Karena kasihan juga sekian lamanya waktu biaya yang akan muncul bukannya sedikit," ujar Budi dalam RDP lanjitan membahas 65 kontainer penemuan limbah plastik.

New Balance Bikin Kolaborasi dengan 6 Brand, Lihat Foto-fotonya

Sudah Dua Pekan Harga Cabai di Kabupaten Karimun Tak Turun. Cabai Rawit Sampai Rp 100 Ribu

Disebut Imbas Perang Dagang AS vs China, Perusahaan Tekstil Terbesar Indonesia Gagal Bayar Obligasi

Isdianto Langsung Koordinasi dengan Syahrul Untuk Bantu Korban Pohon Tumbang Timpa Rumah

Budi meminta Bea Cukai (BC) segera merealese 16 kontainer yang dinyatakan bersih dan tidak terkontaminasi limbah B3 agar segera diambil oleh pengusaha.

Begitu juga sebaliknya yang 49 yang memang harus dire-ekspor importir punya tugas untuk mere-ekspor.

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Sukaryo menegaskan pemerintah juga harus memberikan kepastian hukum kepada pengusaha.

104 Capim KPK Lolos Uji Kompetensi II, Begini Komentar Abraham Samad

Pelni Tanjungpinang dan Bintan Bikin Aturan Baru Bagi Penumpang Kapal. Pembelian Tiket Makin Ketat

SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Indosiar Bali United vs PSS Sleman Liga 1 2019 Malam Ini

Dubes RI Untuk Romania Jumpa Isdianto, Ajak Kepri Ikut Indonesian Festival 2019 di Romania

Apakah setelah ini pengusaha masih melangsungkan usaha atau usaha akan tutup atau masih berjalan.

"Jangan sampai DLH kota Batam menghambat industri ini. Apakah layak atau tidak," ujar Sukaryo. (tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved