Pelni Berlakukan Tidak Jual Tiket Tanpa Tempat Tidur, Warga Protes: Penumpang Bisa Tidak Terangkut

Aturan yang diterapkan PT. Pelni tentang tidak adanya penjualan tiket tanpa tempat tidur (non seat) ditanggapi beragam oleh warga.

Pelni Berlakukan Tidak Jual Tiket Tanpa Tempat Tidur, Warga Protes: Penumpang Bisa Tidak Terangkut
Tribunbatam/Septyan Mulia Rohman
Kapal Bukit Raya saat sandar di Pelabuhan Tarempa beberapa waktu lalu. Kapal Pelni ini menjadi andalan masyarakat yang hendak bepergian baik dari dan menuju Anambas 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - ‎Aturan yang diterapkan PT. Pelni tentang tidak adanya penjualan tiket tanpa tempat tidur (non seat) ditanggapi beragam oleh warga.

Seorang warga Tarempa, Kecamatan Siantan Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri, Taufik (31) menilai, aturan itu dikhawatirkan akan berakibat pada penumpang tidak terangkut.

Per 1 Agustus 2019, Pelni mengeluarkan pengumuman penjualan tiket sesuai dengan tempat tidur.

Pelni pun juga menyerukan tidak lagi menjual tiket tanpa tempat tidur (non seat). Aturan ini setidaknya baru diterapkan di Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang.

Itu pun tidak sesuai dengan nomor tempat tidur yang tertera pada tiket.

Panduan Lengkap Berlibur ke Nepal, Mulai Dari Urus Visa Hingga Tempat Wisata

Logo Baru Gojek, Tampil Lebih Segar dan Mengandung Filosofi yang Diberi Nama Solv

Akhirnya Terungkap Motif Pembunuh Presenter TVRI yang Juga PNS, Pelaku Sahabat Kental

Download Soundtrack Lagu MP3 Drama Korea Angel Last Mission, Ada 11 Track Lagu

Dia harus tidur di Musala kapal ketika kapal sandar di Pelabuhan Letung, Pulau Jemaja Senin (22/7/2019) pukul 02.00 WIB.

Karena penumpang sudah memadati  Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang, Kabupaten Bintan.

Calon penumpang KM Sabuk Nusantara 83 dengan rute keberangkatan pada 11 Juli 2019 nanti dari Tanjungpinang protes di Kantor Cabang Pelni Tanjungpinang, Senin (8/7/2019).
Calon penumpang KM Sabuk Nusantara 83 dengan rute keberangkatan pada 11 Juli 2019 nanti dari Tanjungpinang protes di Kantor Cabang Pelni Tanjungpinang, Senin (8/7/2019). (TRIBUNBATAM.id/Elhadif Putra)

Menurut Taufik, kapal Pelni itu menjadi andalan masyarakat untuk bisa berangkat apalagi dengan kondisi cuaca laut pada akhir tahun.

Meski dengan harga tiket yang terjangkau, namun pelayanan di kapal menurutnya sudah lebih baik.

Sinopsis Sinetron Cinta Suci SCTV Senin (22/7), Hubungan Yuda Bunga Tak Direstui Wahida

Pemko Gandeng Pemerintah Tanjung Jabung Barat dan Kerinci Pasok Hasil Pertanian ke Batam

Anggota Dewan Bintan Semprot Kades Gunung Kijang Karena Berulang Kali Tidak Hadir Rapat

Download Soundtrack Lagu MP3 Drama Korea Angel Last Mission, Ada 11 Track Lagu

Kualitas makanan yang disajikan pun mengalami peningkatan dibandingkan dengan sebelumnya.

"Kalau sisi samping dek sudah lah. Memang penuh kapal itu," ujarnya Senin (22/7/2019).

Warga Tarempa lainnya Adi (32) menilai, ‎aturan itu memang membuat suasana di kapal lebih tertib.

Ilustrasi. 

KM Sabuk Nusantara 39 bersandar di dermaga Pelabuhan Kijang. Kapal ini merupakan salah satu moda transportasi andalan warga Bintan asal Tambelan balik kampung
Ilustrasi. KM Sabuk Nusantara 39 bersandar di dermaga Pelabuhan Kijang. Kapal ini merupakan salah satu moda transportasi andalan warga Bintan asal Tambelan balik kampung (tribunbatam/aminnudin)

Namun yang harus dipertimbangkan, minat masyarakat yang tinggi menggunakan jasa transportasi laut ini.

"Kecuali ada transportasi lain yang layak saat cuaca laut sedang tidak bagus.

Kapal itu kan membantu sekali masyarakat," ungkap Adi. ‎(TRIBUNBATAM.id/Septyan Mulia Rohman)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved