Dinkes Kepri Gelar Pertemuan MTPTRO Untuk Tanggulangi Tuberculosis di Masyarakat

Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau terus berupaya secara berkesinambungan, dalam pemberantasan penyakit menular maupun tidak menular.

Dinkes Kepri Gelar Pertemuan MTPTRO Untuk Tanggulangi Tuberculosis di Masyarakat
ISTIMEWA
Suasana kegiatan workshop management terpadu tuberculosis resisten obat (MTPTRO) yang digelar oleh dinkes Kepri 

TRIBUNBATAM.id - Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau terus berupaya secara berkesinambungan, dalam pemberantasan penyakit menular maupun tidak menular.

Kali ini Dinas Kesehatan Provinsi Kepri tepatnya Bidang pencegahan dan pengendalian penyakit menggelar kegiatan Workshop Management Terpadu Tuberculosis Resisten Obat (MTPTRO) di Hotel Comforta Tanjungpinang pada 17 hingga 19 Juli 2019.

Manajemen Terpadu Pengendalian TB Resisten Obat (MTPTRO) merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mencegah terjadinya TB resisten obat melalui pelayanan DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) yang bermutu dan melaksanakan manajemen penanganan TB resisten obat yang
terstandarisasi. 

Perkembangan MTPTRO tidak hanya terkait dengan layanan saja, tetapi juga aspek kebijakan, program, dan pelaksanaan klinis pengobatan TB-RO di Indonesia.

Saat ini alur diagnosis sudah mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan No. 67 Tahun 2016 yang memandatkan bahwa:

a) semua terduga TB baik sensitif maupun resistan obat harus didiagnosis dengan tes cepat molekuler dan

b) tata laksana pengobatan TB-RO jangkan pendek telah sesuai dengan rekomendasi World Health Organization (WHO).

Oleh karena itu MTPRO memerlukan dukungan dan keterlibatan aktif dari para pemangku kepentingan di berbagai tingkatan mulai dari tingkat pusat,provinsi dan kabupaten/kota.

Pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat harus dilakukan disetiap faskes yang memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien TBC Resistan obat, TBC MDR/XDR,termasuk juga menjaga lingkungan tempat tinggal pasien TBC Resitan obat,TBC MDR XDR.

Diagnosis TB Resistan obat,dilakukan dengan menggunakan tes cepat dengan metode PCR (Xpert MTB/RIF), pemeriksaan biakan serta uji kepekaan kuman terhadap obat TBC (Drug Sensitivity Test/DST). (*)

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved