Karimun Terkini

Pedagang Ini Bisa Jual Puluhan Sapi Selama Idul Adha, Harga Sapi Bali Bisa Mencapai Rp 25 Juta

Dibandingkan pada hari biasa, para pedagang hewan kurban di Kabupaten Karimun bisa memperoleh pendapatan diatas 100 persen

Pedagang Ini Bisa Jual Puluhan Sapi Selama Idul Adha, Harga Sapi Bali Bisa Mencapai Rp 25 Juta
tribunbatam/munirul ikhwan
Ilustrasi. Hewan sapi yang banyak dijual jelang Idul Adha 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Pengusaha hewan kurban meraup keuntungan yang berlipat jelang Hari Raya Idul Adha.

Dibandingkan pada hari biasa, para pedagang hewan kurban di Kabupaten Karimun bisa memperoleh pendapatan diatas 100 persen.

Terlebih di hari biasa, tingkat konsumsi daging sapi dan kambing segar di Kabupaten Karimun sangat sedikit. Masyarakat hanya membeli daging segar dalam jumlah yang banyak apabila ada keperluan pesta.

Sopir Truk yang Tembak Mati Pemalak di Palembang Ternyata Polisi, Begini Pengakuan Brigpol IP

Waktu Terbaik Berwisata ke Jepang, Liburan Musim Panas di Matsumoto

Rocky Gerung Ungkap Sandiaga Uno Saat ini Sedang Menabung Usai Dikhianati, Inikah Maksudnya?

"Di Idul Adha ini lebih menguntungkan. Meningkat sampai 100 persen. Karena di hari biasa konsumsi daging segar di Karimun sangat minim," kata seorang pengusaha dan pedagang sapi kurban M Fauzi, Selasa (23/7/2019).

Pedagang sapi kurban yang tinggal di Paya Manggis, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri itu mengaku dapat menjual puluhan ekor sapi di menjelang Idul Adha. Fauzi menyebutkan Ia telah memiliki pelanggan tetap di Pulau Karimun Besar.

"Tahun ini agak menurun. Tahun lalu bisa sampai 40 ekor. Tapi Alhamdulillah lah, sekarang empat ekor saja yang belum ada pembeli," ujar Fauzi.

Fauzi sendiri lebih memilih menjual jenis sapi bali. Untuk harganya, Fauzi menjual di kisaran harga Rp 14 juta hingga Rp 25 juta, atau tergantung dari ukuran sapi.

Sapi-sapi tersebut didatangkan dari Sumatera Barat dan dibawa ke Karimun sekitar satu bulan sebelum hari raya Idul Adha. Untuk menghindari stres, sapi-sapi itu diinapkan terlebih dahulu di Kota Dumai, Provinsi Riau.

Dijelaskan Fauzi, sebelum dibawa ke Karimun, sapi-sapi itu telah melalui proses pengecekan Karantina. Setiba di Karimun, Stasiun Karantina Karimun kembali melakukan pemeriksaan.

"Kita juga tidak mau menjual sapi yang tidak layak konsumsi. Kalau kurus pun kita tidak jual," ucapnya.

Setelah bertahun-tahun menjalani usaha ini, Fauzi mengaku pelanggan merasa puas. Biasanya sapi-sapi itu baru diantar sehari sebelum hari raya Idul Fitri. (ayf)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved