Anggota Polisi Tidak Boleh Sembarangan Pasang Status di Media Sosial

Workshop tersebut berupa penguatan tim media sosial dan media online oleh Divisi Humas Polri di wilayah Hukum Polda Kepri.

Anggota Polisi Tidak Boleh Sembarangan Pasang Status di Media Sosial
TRIBUNBATAM.ID/ENDRA KAPUTRA
81 anggota Polisi Bintara mengikuti program Ramadhan yang dipandu Irwasda Polda Kepri, Kombes Pol Purwolelono, Senin (20/5/2019) di Mesjid Al-Halim Mapolda Kepri. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Divisi Humas Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Kepolisian Daerah (Polda) Kepri menggelar workshop, Rabu (24/7/2019) di sebuah hotel berbintang di Jodoh, Kota Batam, Provinsi Kepri.

Workshop tersebut berupa penguatan tim media sosial dan media online oleh Divisi Humas Polri di wilayah Hukum Polda Kepri.

Hadir Kabag Pensat Divhumas Polri Kombes Pol Yusri Yunus, Kabid Disindag Divhumas Polri Kombes Heru Yulianto, Kabid Humas Polda Kepri Kombes S Erlangga.

Acara dibuka oleh Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah dan diikuti perwakilan Polresta dan Polres se-Kepri

Yan Fitri memaparkan, acara itu sangat penting.

Sebab, dunia digital dewasa ini tidak terbendung lagi kemajuannya.

Dari sekitar 250 juta jiwa rakyat Indonesia, 50 persen dari jumlah itu menggunakan media sosial alias Medsos.

Rusia Minati Kerja Sama Membuat Kapal Dengan Batam, Sebut Batam Primadona Bagi Industri shipyard

Pemprov Disarankan Ajukan ke Pengadilan Pajak Terkait Denda Pajak Air Batam Capai Rp 45 Miliar

Anambas Dapat Penghargaan Kota Layak Anak, Abdul Haris: Semua Dinas Harus Pertahankan Predikat Ini

Jelang PSM Makassar vs Persija Jakarta, Sempat Absen, Wiljam Pluim Siap Diturunkan

"Dan 40 persen dari 50 persen ini aktif. Bayangkan jika ini tidak dikontrol. Pasti hoaks dan berbagai konten yang melanggar hukum terjadi," kata Yan Fitri.

Tidak hanya itu menurut Yan, polisi juga secara fair hadir dalam dunia digital.

Selama ini, polisi terus mengedukasi masyarakat soal hoaks.

Koordinator Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Kepri Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus diwawancarai di Mapolda Kepri 17 Juli 2018, dalam rangka mempertanyakan kelanjutan bos PT Tugas Mulia J Rusna yang berstatus narapidana mempekerjakan anak di bawah umur,  MS (16)  asal NTT.
Koordinator Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Kepri Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus diwawancarai di Mapolda Kepri 17 Juli 2018, dalam rangka mempertanyakan kelanjutan bos PT Tugas Mulia J Rusna yang berstatus narapidana mempekerjakan anak di bawah umur, MS (16) asal NTT. (TRIBUNBATAM.id/Leo Halawa)
Halaman
12
Penulis: Leo Halawa
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved