HEADLINE TRIBUN BATAM

Dua Pengusaha Dirahasiakan, 13 Hari Nurdin Basirun Diterungku

KPK mulai menelisik misteri aliran duit yang ditemukan dari rumah dinas Gubernur Kepri (non aktif) Nurdin Basirun, dalam rangkaian OTT pada 11 Juli.

Dua Pengusaha Dirahasiakan, 13 Hari Nurdin Basirun Diterungku
wahyu
halaman 01 tb 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menelisik misteri aliran duit yang ditemukan dari rumah dinas Gubernur Kepri (non aktif) Nurdin Basirun, dalam rangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 11 Juli lalu.

Setelah 13 hari Nurdin diterungku (dipenjara-red) di Rutan KPK Jakarta, pada Selasa (23/7/2019), tim KPK mulai turun menyisir sejumlah tempat di Kepri untuk mengurai misteri aliran uang sebanyak Rp 6,1 miliar--yang ditemukan dalam 13 tas ransel saat penggeledahan.

KPK menduga ada tindak pidana suap dan gratifikasi.

Kepala Biro (Kabiro) Humas sekaligus juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi menuturkan ada 9 lokasi di kabupaten kota di Kepri yang menjadi sasaran penggeledahan.

Mulai dari rumah pribadi Nurdin Basirun, kantor dinas, rumah ajudan Nurdin, hingga pihak swasta yang diduga terkait kasus tersebut.

Hanya saja dari lokasi yang disisir itu, ada dua tempat, yakni rumah pihak swasta atau pengusaha yang masih dirahasiakan. Belum diungkap secara gamblang siapa dua pengusaha yang turut didatangi KPK tersebut.

"KPK melakukan penggeledahan di 9 lokasi di 3 kota/kabupaten di Provinsi Kepri. Di Kota Batam yakni di rumah pihak swasta Kock Meng, rumah pejabat protokol Gubernur Kepri, dua rumah pihak swasta di Batam yang diduga terkait dengan tersangka," kata Febri, Selasa (23/7/2019).

Kemudian di Kota Tanjungpinang Febri menjelaskan di antaranya di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, rumah pribadi tersangka Budi Hartono selaku Kepala Bidang Perikanan Tangkap Kepri.

Tujuh Jam Berlalu, Kadishub Provinsi Kepri Jamhur Ismail Masih Diperiksa KPK

Tim Terpadu Batam Bakal Ratakan 88 Kios Simpang Hutatap, Jumat (26/7), Ini Pesan Satpol PP

Sampah Impor Jadi Isu Nasional, Desmond: Jangan Sampai Batam Jadi Tong Sampah Negara Lain

Tiga Hari KPK Sita Rp 6,1 Miliar, Begini Kronologi dan Pengembangan KPK

"Kemudian di Kantor Dinas Lingkungan Hidup, Kantor Dinas ESDM. Sedangkan di Kabupaten Karimun yakni di rumah rumah gubernur Kepri (non aktif)," katanya lagi.

Dari sejumlah lokasi tersebut KPK menyebutkan mengamankan dokumen-dokumen terkait perizinan. "Kami harap pihak di lokasi dapat bersikap koperatif agar proses hukum ini berjalan dengan baik. Perkembangan kondisi di lokasi akan kami sampaikan lagi," tambahnya.

Halaman
123
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved