Idih, Siswa SMA dan Guru Pria Berseragam Rok di Sekolah Taiwan

Seluruh sekolah di dunia, mungkin para siswa pria tidak ada yang memakai rok, tetapi berbeda dengan sekolah di Taiwan ini.

Idih, Siswa SMA dan Guru Pria Berseragam Rok di Sekolah Taiwan
Taiwan News
Siswa di SMA Banqiao, New Taipei, Taiwan, berseragam rok di sekolah 

Dalam dekade terakhir, Taiwan telah menjadi salah satu masyarakat paling progresif di Asia dalam pemperjuangkan hak-hak kaum gay.

Bahkan mereka mengadakan parade tahunan yang meriah dan terbesar di Asia.

Kendati demikian, di luar Kota Taipei, pulau ini tetap menjadi tempat yang konservatif dan kelompok gay ini tetap mendapatkan diskriminasi.

Kelompok-kelompok konservatif dan keagamaan tetap memenangkan referendum pada Bulan November 2018 yang menyimpulkan bahwa pernikahan sah adalah antara seorang pria dan seorang wanita.

Namun, prosedur perkawinan di Taiwan termasuk longgar karena perkawinan sudah dianggap sah hanya dengan terdaftar.

“Jadi, mengizinkan pendaftaran pernikahan akan mengakui pernikahan itu sendiri," Victoria Hsu, seorang pengacara hak-hak gay kepada AFP.

Para pendukung pernikahan sejenis bergembira atas keputusan parlemen (Reuters)

Presiden Tsai Ing-wen memuji pemungutan suara parlemen sebagai "langkah besar menuju kesetaraan sejati" dan "menjadikan Taiwan negara yang lebih baik".

Tsai sebelumnya berbicara mendukung pernikahan gay tetapi kemudian mengelak karena takut akan reaksi pemilih.

Taiwan akan menggelar Pemilu pada Januari tahun depan dan masalah pernikahan gay dapat menghambat peluang Tsai untuk terpilih kembali.

Di wilayah Asia Pasifik, Taiwan adalah negara ketika yang mengsahkan pernikahan gay selain Australia dan Selandia Baru.

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved