Kasus Gubernur Kepri Merambat ke Gratifikasi, KPK Geledah 9 Lokasi di Kepri

Tertangkapnya Gubernur Kepri H Nurdin Basirun dalam kasus Reklamasi di Pulau Batam membuat Heboh Masyarakat Kepri. Setidaknya sudah 13 hari Gubernur

Kasus Gubernur Kepri Merambat ke Gratifikasi, KPK Geledah 9 Lokasi di Kepri
TRIBUNBATAM.id/Elhadif Putra
Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua mobil yang terparkir di halaman rumah pribadi milik Gubernur Kepri (non aktif) Nurdin Basirun di Tanjungbalai Karimun, Provinsi Kepri, Selasa (23/7/2019). 

Di luar penerimaan suap, KPK menduga Nurdin menerima gratifikasi terkait jabatannya.

Saat menggeledah rumah dinas Gubernur Kepri, KPK menemukan berbagai mata uang asing Dengan rincian 43.942 Dollar Singapura, 5.303 Dollar Amerika, 5 Euro, 407 Ringgit Malaysia, 500 Riyal, dan Rp 132.610.000.

Geledah rumah pribadi

Penyidik KPK menelusuri temuan uang Rp 5,6 miliar saat menangkap Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun.

Hari ini, Selasa (23/7/2019), Penyidik KPK menggeledah Kantor Dishub Kepri di Tanjungpinang dan rumah pribadi Nurdin Basirun di Karimun.

KPK menangkap Nurdin Basirun bersama Abu Bakar pihak swasta, Eddy Sofyan Kadis Kelautan dan Perikanan serta Kepala Bidang Perikanan Tangkap Budi Hartono.

Sebelumnya KPK menemukan 13 tas berisi uang dengan rincian Rp 3,5 Miliar, USD 33.200 & SGD 134.711.

 

Rumah pribadi Gubernur Kepri non aktif, Nurdin Basirun di Karimun didatangi Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK), Selasa (23/7/2019).

Diduga kuat kedatangan KPK tersebut terkait dengan pengembangan penangkapan Nurdin beberapa waktu lalu.

Aparat kepolisian berjaga saat KPK masuk ke rumah mewah di jalan Bhakti, Bukit Senang, Kelurahan Tanjungbalai Kota, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) itu.

Terlihat polisi berseragam lengkap dengan senjata di tangan serta ada polisi berpakaian preman.

Kapolres Karimun, AKBP Hengky Pramudya membenarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh KPK itu.

"Iya (KPK) ada suratnya masuk. Tapi sekarang saya lagi di Polda," kata Hengky yang dihubungi melalui ponselnya.

Sedangkan di di depan kantor Dishub Kepri yang beralamat jalan kilometer 5, Kota Tanjungpinang, Selasa (23/7/2019)

Polisi bersenjata lengkap terlihat berjaga di depan kantor.

Informasi yang beredar, di dalam kantor dijaga ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap itu ada petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang datang.

Kantor Dishub Kepri yang beralamat jalan kilometer 5, Kota Tanjungpinang dijaga ketat polisi bersenjata lengkap, Selasa(23/07/2019)
Kantor Dishub Kepri yang beralamat jalan kilometer 5, Kota Tanjungpinang dijaga ketat polisi bersenjata lengkap, Selasa(23/07/2019) (TRIBUNBATAM.ID/ENDRA KAPUTRA)

Selain itu, ada sekitar 9 orang yang diduga petugas KPK yang masuk sekitar pukul 09.00 WIB pagi.

Sampai berita ini ditulis, keberadaan Kadis Perhubungan Jamhur Ismail belum diketahui.

Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang beralamat jalan kilometer 5, Kota Tanjungpinang, Selasa(23/07/2019) terlihat dijaga ketat polisi bersenjata lengkap.

Informasi yang beredar, di dalam kantor dijaga ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap itu ada petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang datang.

Selain itu, ada sekitar 9 orang yang diduga petugas KPK yang masuk sekitar pukul 09.00 WIB pagi.(tribunbatam.id/Dipa Nusantara/Wahib Wafa/Endra Kaputra/Elhadif Putra)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved