Profit taking, Rupiah Melemah Setelah Menguat Lima Pekan Berturut-turut

Rabu (24/7) pukul 11.43 WIB, kurs rupiah spot melemah 0,17% ke Rp 14.009 per dollar Amerika Serikat (AS).

Profit taking, Rupiah Melemah Setelah Menguat Lima Pekan Berturut-turut
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Tampilan uang NKRI baru di Gedung Bank Indonesia, Senin (19/12/2016). Bank Indonesia meluncurkan uang NKRI baru dengan menampilkan 12 pahlawan nasional, Adapun uang desain baru yang diluncurkan hari ini mencakup tujuh pecahan uang rupiah kertas dan empat pecahan uang rupiah logam 

TRIBUNBATAM.id - Nilai tukar rupiah melemah ke level terendah dalam hampir dua pekan. Rabu (24/7) pukul 11.43 WIB, kurs rupiah spot melemah 0,17% ke Rp 14.009 per dollar Amerika Serikat (AS). 

Rupiah sempat melemah hingga Rp 14.023 per dollar AS pada pukul 9.35 WIB tadi pagi. Ini adalah posisi terlemah rupiah sejak 12 Juli.

Sementara sebagian besar mata uang regional lainnya hampir tidak bergerak karena investor tetap berhati-hati menjelang pertemuan European Central Bank (ECB) hari Kamis (25/7). Pelonggaran bank sentral tetap menjadi tema utama untuk pasar mata uang. Kekhawatiran pertumbuhan global yang terus-menerus memicu harapan pemangkasan suku bunga oleh ECB, seperti halnya Federal Reserve AS pada 31 Juli. 

BI Pangkas Suku Bunga, Bagaimana dengan Bunga Kredit dan Deposito?

Catet, Inilah Saham-saham yang Diuntungkan Penurunan Suku Bunga Acuan BI

Ramalan Zodiak Cinta Besok Kamis 25 Juli 2019, Virgo Goda Gebetan, Libra CLBK, Capricorn Kesepian

Begini Tips Terhindar dari Penipuan Berkedok Program Travel Online

 

Tidak seperti saham Asia, mata uang regional tidak menguat setelah laporan Bloomberg bahwa Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer akan bertandang ke Shanghai pekan depan untuk bertemu dengan pejabat China. Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow pada hari Selasa menyebut pertemuan itu pertanda baik dan mengatakan dia berharap China akan segera mulai membeli produk pertanian AS. 

Khoon Goh, kepala penelitian di ANZ Banking Group (Singapura) mengatakan bahwa meskipun ada berita positif tentang perdagangan Sino-AS, mata uang Asia "Relatif tenang karena pelaku pasar sedang menunggu keputusan ECB pada hari Kamis, di mana penurunan suku bunga sangat mungkin terjadi," ungkap Goh seperti dikutip Reuters. 

Won Korea Selatan, peso Filipina, dolar Singapura dan dolar Tawian diperdagangkan dalam kisaran sempit. Rupee India turun sebanyak 0,2%, sementara yuan Tiongkok, ringgit Malaysia dan baht Thailand masing-masing turun sekitar 0,1%. 

Goh menghubungkan pelemahan rupiah dengan aksi ambil untung setelah penguatan pekan lalu. Rupiah menguat menguat 0,5% dalam sepekan. Rupiah telah menguat dalam lima pekan berturut-turut. Tapi pekan ini rupiah melemah 0,51%.

Faktor lain yang membuat rupiah tertekan adalah kenaikan harga minyak yang berakar pada kekhawatiran tentang kemungkinan gangguan pasokan di Timur Tengah.

Mata uang importir minyak utama termasuk India, Indonesia dan Thailand berada di bawah tekanan menyusul penyitaan atas tanker Inggris di Selat Hormuz pekan lalu.

Harga minyak acuan Brent telah naik sekitar 2,5% minggu ini, dengan rupee dan baht masing-masing turun 0,4% dan 0,5%.

Editor: Rio Batubara
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved