Dinkes Provinsi Kepri Ajak Siswa Sekolah Dasar Mengenal Kusta dan Frambusia

Kegiatan survey dilaksanakan dengan melakukan pemeriksaan bercak pada kulit dan mengamati respon syaraf pada jaringan kulit untuk mencari suspek kusta

Dinkes Provinsi Kepri Ajak Siswa Sekolah Dasar Mengenal Kusta dan Frambusia
ISTIMEWA
Dinkes Kepri Memberikan Sosialisasi Terkait Penyakit Kusta dan Frambusia ke Siswa SDN 008 Teluk Bintan 

TRIBUNBATAM.id - Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau menggelar survey dan sosialisasi program pencegahan dan pengendalian penyakit kusta dan frambusia dengan sasaran anak sekolah di SDN 008 Teluk Bintan, Kabupaten Bintan.

Kegiatan survey dilaksanakan dengan melakukan pemeriksaan bercak pada kulit dan mengamati respon syaraf pada jaringan kulit untuk mencari suspek kusta pada anak-anak. 

Penyakit kusta dan frambusia masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia secara umum, oleh WHO penyakit ini digolongkan ke dalam kelompok penyakit tropis terabaikan dan merupakan penyakit menular serta dapat menyerang pada anak usia kurang dari 15 tahun yang tinggal di daerah dengan sanitasi lingkungan dan akses terhadap air bersih yang buruk.

Dengan adanya peningkatan kesadaran masyarakat agar penyakit kusta dan frambusia dapat diberantas.

Penyakit kusta dapat disembuhkan dengan obat yang disebut MDT (Multi Drug Therapy), di mana untuk tipe paucibaciler (PB) perlu waktu 6 bulan, sedangkan tipe multibaciler (MB) lebih lama, yaitu sekitar 1 tahun.

Penderita penyakit kusta yang diobati dini sebelum timbulnya cacat, akan sembuh sempurna.

Selain ini edukasi juga sangat diperlukan.

Misalnya, mengedukasi agar penderita kusta dapat menjaga kelembapan kulit sehingga tidak mudah terluka, dan menggunakan alas kaki kemana pun untuk mencegah luka pada kaki. (*)

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved