Tanpa PDIP, 4 Parpol Koalisi Jokowi Mendadak Adakan Pertemuan, Apa Sebetulnya yang Terjadi?

Isu manuver politik makin santer terdengar dan menjadi pembicaraan santer belakangan ini

Tanpa PDIP, 4 Parpol Koalisi Jokowi Mendadak Adakan Pertemuan, Apa Sebetulnya yang Terjadi?
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Ketua Umum Nasdem Surya Paloh mengumpulkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto dan Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa di kantor DPP Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (22/7/2019) malam. Tak ada ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri ataupun wakilnya hadir dalam pertemuan itu 

TRIBUNBATAM.id - Isu manuver politik makin santer terdengar dan menjadi pembicaraan santer belakangan ini.

Kabar terbaru ada manuver politik Ketua Umum partai politik Nasdem, PKB, PPP, dan Golkar untuk menyolidkan Koalisi Indonesia Kerja (KIK) dan menolak penambahan anggota partai baru dalam koalisi.

Manuver itu dianggap sebagai pesan kepada Joko Widodo untuk negosiasi ulang pascapemilu 2019.

Hal itu dikatakan peneliti dan pengamat politik CSIS, Arya Fernandes, dalam menilai pertemuan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di DPP Nasdem Senin lalu.

Beijing Berikan Kecaman Kepada Amerika Serikat dan Inggris Agar Tak Ikut Campur

Gali Keutuhan NKRI Pasca Pemilu, Helmy Terima Kunjungan Sesko TNI AD

Surya Paloh Bertemu Anies Baswedan, Fraksi Gerindra Cibir Anies: Urus Dulu Jakarta Biar BERES!

Sinopsis Sinetron Cinta Buta SCTV Hari Ini Kamis (25/7), Aslan Ketahui Kisah Sebenarnya

 

 

"Manuver-manuver keempat ketum parpol itu menyiratkan bahwa mereka ingin ada negosiasi ulang dengan Jokowi. Negosiasi politik itu terbagi jadi dua, ada negosiasi prapemilu dan pasca pemilu," ujar Arya kepada Kompas.com, Kamis (25/7/2019).

 

 

Ia menganggap, negosiasi pascapemilu yang dikehendaki keempat ketum parpol tersebut muncul dari dinamika politik saat ini, terutama terkait dengan penjajakan Partai Gerindra yang menawarkan sejumlah program dan kadernya kepada PDI Perjuangan dalam pemerintahan.

Maka dari itu, lanjut Arya, partai-partai tersebut ingin ada rekalkulasi ulang anggota partai koalisi dan mengedepankan kesolidan komposisi anggota partai saat ini.

"Kalau dari pertemuan keempat ketum tersebut kan mereka ingin tidak ada penambahan partai baru dalam koalisi. Hal itu yang ingin dinegosiasikan dengan Jokowi, mereka ingin memberikan pesan kepada Jokowi bahwa mereka tidak main-main," paparnya kemudian.

"Pesan rekalkulasi ulang dengan Jokowi itu terlihat karena tidak ada perwakilan dari PDI-P di pertemuan tersebut. Sinyal-sinyal itu memperlihatkan bahwa pilihan-pilihan politik PDI-P tak selamanya disukai," sambungnya.

Untuk itu, seperti diungkapkan Arya, pekerjaan rumah Jokowi ke depan adalah mengajak para ketum parpol koalisi untuk membahas kesolidan.

Halaman
1234
Editor: Aminnudin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved