Saat Amerika Klaim Paling Terdepan Dalam 5G, Huawei Luncurkan Ponsel 5G, Bulan Depan TV Pintar

Di saat Amerika Serikat mengklaim bahwa teknologi mereka paling terdepan dalam 5G, Huawei justru meluncurkan gadget 5G terbaru mereka di Shanghai

Saat Amerika Klaim Paling Terdepan Dalam 5G, Huawei Luncurkan Ponsel 5G, Bulan Depan TV Pintar
South China Morning Post
Huawei 5G 

TRIBUNBATAM.ID, SHENZEN - Mendapat tekanan oleh Amerika Serikat justru memecut perusahaan teknologi terbesar di China, Huawei Technologies, untuk menunjukkan bahwa mereka masih sulit dikalahkan.

Bahkan, di saat Amerika Serikat mengklaim bahwa teknologi mereka paling terdepan dalam 5G, Huawei justru meluncurkan gadget 5G terbaru mereka di Shanghai, Jumat (26/7/2019).

Huawei juga mengatakan akan meluncurkan TV pintar yang dilengkapi dengan sistem operasi HongMeng sebagai pengganti Google Android.

Huawei yang bergulat dengan sanksi daftar hitam dari Washington itu meluncurkan ponsel Mate 20X5G untuk pasar China dengan harga 6.199 yuan atau sekitar Rp 12,5 juta.

Pajero Sport Teranyar Meluncur Tapi Belum Masuk ke Indonesia. Apa Kehebatannya?

Hyundai Serius Jadikan Indonesia Basis Produksi, Bangun Dua Pabrik Mobil Listrik

Jual Tiket Sistem Online Berlaku Minggu Ini di Tanjungpinang, Di Pelabuhan Karimun Baru Rencana

Saat peluncuran Huawei Mate 20X5G ini di kantor pusatnya di Shenzhen, perusahaan itu juga mengatakan akan meluncurkan TV yang disebut "Layar Cerdas" bulan depan, menurut Xinhua.

Huawei memberikan sedikit informasi tentang HongMeng, sistem operasi yang sedang dikembangkan dan disebut-sebut sebagai pengganti Google Android, menyusul penghentian dukungan dari sejumlah perusahaan AS, beberapa waktu lalu.

Namun seorang eksekutif senior Huawei awal bulan ini mengatakan bahwa Huawei masih tyetap menggunakan Android, dan menjelaskan bahwa Hongmeng bukan sistem operasi untuk smartphone, tetapi untuk perangkat yang terhubung.

CEO grup bisnis konsumen Richard Richard Yu mengatakan Smart Screens Huawei bertujuan untuk menjadi antarmuka utama untuk hiburan dan komunikasi di ruang tamu, menurut siaran pers.

Para analis mengatakan penjualan smartphone yang kuat di China diperkirakan akan mengimbangi dampak di pasar luar negeri sejak Huawei dimasukkan dalam daftar hitam perdagangan Washington pada pertengahan Mei lalu.

Halaman
1234
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved