KILAS SEJARAH

Cerita 'Jimat' dari Soeharto ke Prabowo, Ada 3 Hal yang Diungkap Sebelum Berangkat Perang

Suatu ketika, menantu Soeharto, Prabowo Subianto ditugaskan memimpin sebuah operasi, Soeharto memanggilnya menghadap

Cerita 'Jimat' dari Soeharto ke Prabowo, Ada 3 Hal yang Diungkap Sebelum Berangkat Perang
kolase Tribunnews, Tribun Medan
Soeharto dan Prabowo serta cerita tentang peperangan 

Dalam benak Prabowo ia akan mendapat sangu (bekal) dari orang nomor 1 di Indonesia kala itu.

Prabowo dan Soeharto
Prabowo dan Soeharto (Kompas Images/ Tribunnews)

"Saat itu, saya sedang dihadapkan pada operasi penting. Saya diminta untuk menghadap Pak Presiden. Ketika itu, di benak saya disuruh menghadap pasti dapat sangu dari mertua.," ujar Prabowo di Depok dalam acara rakornas PKS, Januari 2016 lalu.

Namun ternyata apa yang diberi Soeharto di luar dugaannya.

Yang didapat justeru adalah 3 nasihat tak terduga.

"Kata bapak saat itu, saya titipi tiga hal, yakni ojo lali, ojo dumeh, ojo ngoyo." cerita Prabowo.

"Mengerti? Saya jawab, siap mengerti. Kemudian beliau menjawab, ya sudah selamat bertugas."

"Jadi sangu saya tiga hal itu, saya tadi berharap dapat sangu ongkos," kata Prabowo yang disambut tawa para peserta rakornas.

 

Prabowo dan Titiek Soeharto
Prabowo dan Titiek Soeharto (Tribunnews.com)

Lalu apa arti ketiga kalimat yang layaknya ‘jimat’ itu?

Seorang Kompasianer Bambang Irawan pernah mengulas tiga nasihat Soeharto kepada Prabowo tersebut.

OJO LALI (Jangan Lupa), mempunyai makna bahwa kita tidak boleh lupa akan keberadaan kita didunia ini, dari mana kita berasal, hidup kita untuk apa, apa yang telah kita kerjakan selama hidup didunia ini dan pada akhirnya kita akan kembali menghadap-Nya serta mempertanggunjawabkan apa yang pernah kita perbuat selama hidup di akhirat nanti.

Halaman
1234
Editor: Aminnudin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved