Pertemuan dengan Jokowi dan Megawati Malah Rugikan Prabowo Sendiri? Tokoh Ini Ungkap Alasannya

Pertemuan dengan Jokowi dan Megawati Soekarnoputri, lebih merugikan Prabowo Subianto. Mengapa demikian?

Facebook
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri makan siang bersama di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2019). 

TRIBUNBATAM.id - Pertemuan dengan Jokowi dan Megawati Soekarnoputri, lebih merugikan Prabowo Subianto.

Hal itu diungkapkan Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti mengatakan, 

Alasannya, pertemuan-pertemuan tersebut membuat pendukung Prabowo Subianto kecewa dengan terus meneriakkan agar Ketua Umum Partai Gerindra itu tetap menjadi oposisi dan di luar pemerintahan.

“Yang diuntungkan dari pertemuan-pertemuan tersebut adalah kubu Pak Jokowi dan PDI Perjuangan," ujarnya dalam diskusi 'Meraba Langkah Kuda Mega dan Surya' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (27/7/2019).

Cocok Dikunjungi Bersama Pasangan, Ini 3 Tempat Wisata Romantis di Jepang

Kisah Zainal Arifin Petani Asal Madiun Jatim, Jadi Pembicara Konferensi FAO di Markas PBB

BP Batam Berharap Ada Aturan Baru Soal Zona Ekonomi Medis Khusus

Ekspresi Anies Baswedan Dengar Nama AHOK, Singgung Sindiran di Medsos: Dikiranya Saya Menghindar

 

"Sementara Pak Prabowo lebih dirugikan karena banyak pendukungnya yang kecewa di saat mereka masih meneriakkan Pemilu belum selesai,” sambung Ray Rangkuti.

 

Dengan risiko seperti itu, Ray Rangkuti menilai ada tujuan yang ingin dituju Prabowo Subianto dengan melakukan pertemuan dengan Jokowi dan Megawati, lebih dari sekadar rekonsiliasi.

Ray Rangkuti mengatakan, kemungkinan tersebut semakin terang benderang ketika Megawati Soekarnoputri mengatakan siap untuk mempertemukan kembali Jokowi dan Prabowo Subianto.

“Prabowo ingin menyampaikan sesuatu kepada Megawati, yang tujuan akhirnya kepada Pak Jokowi."

"Lalu Ibu Mega kemarin mengatakan beliau bisa menyampaikan ke Pak Jokowi, tapi alangkah baiknya bila Pak Prabowo menyampaikan langsung."

"Pertanyaannya kan apalagi yang mau disampaikan Prabowo ke Jokowi? Pasti ada keinginan masuk koalisi pemerintahan,” tuturnya.

Ray Rangkuti juga memprediksi sebesar 60 persen kemungkinan Partai Gerindra memiliki keinginan untuk bergabung dengan pemerintahan.

“Kalau menurut pengamatan saya, sebesar 60 persen Partai Gerindra memiliki keinginan untuk bergabung ke pemerintahan."

"Pertemuan-pertemuan tersebut tak mungkin hanya sekadar rekonsiliasi, pasti ada target yang ingin dicapai Gerindra dengan bergabung ke pemerintahan,” ulas Ray Rangkuti.

Sebelumnya Wartakotalive memberitakan, pertemuan Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto pasca-Pilpres 2019 akhirnya terwujud.

Halaman
1234
Editor: Aminudin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved