Saat Masuk Hutan Papua, Komandan TNI AD Ini Mimpi Aneh yang Bermakna Kematian, yang Terjadi Kemudian

Saat itu Agus Rohman beserta 125 prajurit Batalyon Infanteri Lintas Udara (Linud) 328 ditugaskan dalam operasi pembebasan para peneliti Ekspedisi Lore

Saat Masuk Hutan Papua, Komandan TNI AD Ini Mimpi Aneh yang Bermakna Kematian, yang Terjadi Kemudian
Kolase NET dan Repro buku 328 Para Battalion, The Untold Stories of Indonesian Legendary Paratroopers
Mimpi Aneh Komandan TNI AD Sebelum Gempur KKB Papua 

TRIBUNBATAM.id - Mimpi aneh sempat dialami seorang komandan kompi TNI AD saat ditugasan menyerang kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua.

Komandan kompi TNI AD yang bermimpi aneh sebelum menggempur KKB Papua ini bernama Agus Rohman.

Hal itu seperti dilansir dari buku '328 Para Battalion, The Untold Stories Of Indonesian Legendary Paratroopers' terbitan Elex Media Komputindo.

Agus Rohman merupakan Komandan Kompi C Yonif L-330.

Kento Momota Juara Japan Open 2019, Pebulu Tangkis Indonesia Jonatan Christie Runner Up

Pernah Tergoda Olahraga Lain, Aqil Savik Jadi Kiper Termuda Persib, Tampil saat Lawan Arema FC

Sederet Artis Hadiri Pernikahan Siti Badriah dan Krisjiana Baharudin, Ada Lucinta Luna

Rekomendasi 7 Tempat Wisata Ikonik di Hongkong, Ada Madame Tussauds Wax Museum

Saat itu Agus Rohman beserta 125 prajurit Batalyon Infanteri Lintas Udara (Linud) 328 ditugaskan dalam operasi pembebasan para peneliti Ekspedisi Lorentz 95 yang disandera oleh KKB Papua di tahun 1996 silam

Terkait penyanderaan Tim Lorentz ’96 dan bagaimana mereka diselamatkan, kisah ini juga pernah diulas secara khusus oleh majalah Intisari.

Penelitian tim Ekspedisi Lorentz 95 dilakukan antara bulan November 1995 dan Januari 1996.

Tidak ada gangguan berarti yang dialami tim selama menjalankan misinya.

Tim ekpedisi ini juga sudah tahu jika di sana terdapat KKB Papua yang didalangi oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Kelly Kwalik

Foto Tim Lorentz 1996 yang disandera OPM
Foto Tim Lorentz 1996 yang disandera OPM (ICRC via Majalah Intisari)

Tanggal 8 Januari menjelang hari-hari kepulangan ke Jakarta, mereka berkumpul di rumah kayu milik Pendeta Adriaan van der Bijl asal Belanda yang sudah menetap di sana sejak tahun 1963.

Hari itu sang pemilik rumah sedang pergi, berkeliling ke daerah Mbua dan ALama untuk menyusun kegiatan misionaris bersama istrinya.

Halaman
1234
Editor: Aminnudin
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved