DKPP Ingatkan Pedagang Sapi Kurban, Ini Bahaya Bila Mengkonsumsi Sapi Betina yang Sedang Bunting

Di luar Kabupaten Bintan pernah ditemukan hewan kurban yang sedang bunting tetapi dijadikan hewan kurban

DKPP Ingatkan Pedagang Sapi Kurban, Ini Bahaya Bila Mengkonsumsi Sapi Betina yang Sedang Bunting
TRIBUNBATAM.ID/IAN SITANGGANG
Tiga minggu menjelang hari raya kurban (Idul Adha), 100 ekor hewan kurban sudah terjual dari kandang hewan kurban Habib Aqiqah Batam, Sei Temiang, Kelurahan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang. 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan mengingatkan kepada masyarakat, peternak dan pedagang musiman hewan kurban agar tidak menjadikan hewan betina yang sedang produktif menjadi hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha tahun 2019.

Hal itu berdasarkan UU Nomor.18 tahun 2009, sebagaimana diubah menjadi UU Nomor. 41 tahun 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan dan permentan nomor 14 tahun 2014 bahwa hewan betina yang sedang produktif sebaiknya tidak boleh dijadikan sebagai hewan kurban.

"Sesuai aturanya tidak boleh dijadikan sebagai hewan kurban. Kita juga sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya peternak dan pedagang hewan kurban perihal hal itu,"terang Kadis DKPP Kabupaten Bintan,Khairul melalui Kepala Seksi Kesehatan Hewan Bintan, Iwan Berri Prima, Senin (29/7/2019).

538 Warga Urus Paspor di Kantor Imigrasi Kelas ll TPI Tanjunguban. Pemohon Banyak Dari Luar Bintan

Kuasai Bisnis Bank Online di China, Begini Strategi Jack Ma

Abdul Haris Sanksi Akan Jumlah Warga Miskin yang Disebutkan Anggota Dewan Anambas

Lanjutnya,ditempat lain, di luar Kabupaten Bintan pernah ditemukan hewan kurban yang sedang bunting tetapi dijadikan hewan kurban.

"Hal itulah yang tidak diperbolehkan sesuai dengan aturan yang ada,"ucapnya.

Ia juga menghimbau agar pedagang hewan kurban untuk senantiasa menjaga kesehatan lingkungan.
Jangan gara-gara jualan hewan kurban, justru menimbulkan masalah bagi kesehatan masyarakat.

"Sebaiknya pedagang hewan kurban menyediakan kandang permanen untuk hewannya.Hal ini terkait dengan kesejahteraan hewan yang diatur dalam undang-undang. Terlebih untuk hewan kurban,"ujarnya.(als)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved