Dulu Nyaris Mengering, Air Terjun Temburun Jadi Destinasi Wisata Tujuan Saat Anda Datang ke Anambas

Alam Anambas seolah tidak ada habisnya untuk dibahas. Berada di daerah kepulauan, kabupaten terdepan ini memiliki air terjun di Pulau Siantan.

Dulu Nyaris Mengering, Air Terjun Temburun Jadi Destinasi Wisata Tujuan Saat Anda Datang ke Anambas
Net
Air Terjun Temburun Anambas
TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Alam Anambas seolah tidak ada habisnya untuk dibahas.
Berada di daerah kepulauan, kabupaten terdepan ini memiliki air terjun di Pulau Siantan, Provinsi Kepri.
Air Terjun Temburun namanya.
Nama air terjun ini sama dengan nama desa dekat lokasi air terjun.
Desa tersebut tepatnya berada di Kecamatan Siantan Timur. 
Dari Tarempa, anda setidaknya membutuhkan waktu sekitar 50 menit menggunakan sepeda motor.
Anda akan menempuh rute Jalan Ibrahim Sattah kemudian masuk ke jalan menuju Kantor Bupati Pasir Peti disarankan untuk sampai lokasi wisata ini.
Kondisi jalan pun kini sudah beraspal, meskipun anda perlu hati-hati karena jalan yang menanjak dan konturnya berbukit. 
Ada alternatif jalan lain.
Air Terjun Neraja di Kepulauan Anambas
Air Terjun Neraja di Kepulauan Anambas (Instagram/seniberjalan)
Anda bisa melewati di Jalan Soekarno - Hatta menuju Rintis - Batu Tambun sebenarnya dapat digunakan.
Hanya saja, anda harus membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan dengan rute jalan pertama.
Penggunaan jalur laut dengan menyewa kapal speedboat dari Pelabuhan Sri Siantan, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan juga dapat digunakan. 
Air terjun Temburun memiliki 7 tingkat.
Airnya mengalir ke laut.
Di depan air terjun, terdapat pelantar kayu yang sengaja dibangun bersama pondok sebagai tempat bersantai.
Selain beristirahat dan mengagumi keindahan alam, anda dapat berswafoto dengan latar belakang air terjun itu.
Belum ada pungutan biaya untuk masuk ke air terjun ini. 
Tersedia warung di permukiman warga bagi pengunjung yang ingin makan dan minum. ‎
Kondisi air terjun Temburun di Desa Temburun Kecamatan Siantan Timur Kabupaten Kepulauan Anambas. Gambar diambil belum lama ini
Kondisi air terjun Temburun di Desa Temburun Kecamatan Siantan Timur Kabupaten Kepulauan Anambas. Gambar diambil belum lama ini (tribunbatam/septyan mulia rohman)
Selain jadi satu tujuan wisata, Air Terjun Temburun ini menjadi sumber air bersih, termasuk mengalirkan listrik ke rumah-rumah warga.
Meski listrik PLN sudah masuk, namun derasnya air terjun juga menghidupkan mesin pembangkit serta menjadi sumber listrik bagi warga desa. 
Air Terjun Temburun ‎ini pun pernah masuk dalam program satu televisi nasional yang menyajikan keindahan alam Indonesia (My Trip My Adventure).
Namun sayang, saat ini derasnya air terjun itu belum bisa anda nikmati secara maksimal.
Curah hujan yang minim ditambah lagi dengan kelestarian alam sekitar aliran sungai disebut-sebut menjadi penyebabnya. 
Derasnya air terjun ini baru bisa anda lihat saat intensitas hujan sedang tinggi seperti menjelang akhir tahun.
Namun, pada musi, hujan warna airnya menjadi kecokelatan karena bercampur dengan tanah dan pasir

Sebelumnya air terjun Temburun terancam tinggal cerita.

Sehabis Berhubungan Jangan Lupa Lakukan 7 Hal Ini, Manfaatnya sangat LUAR BIASA

Tarian Tor Tor Semarakkan Pengukuhan Kerukunan Keluarga Batak Islam Tanjungpinang

Sinopsis Serial Ishq Mein Marjawan ANTV Hari Ini, Senin (29/7), Aarohi Mulai Mencari Kebenaran

Rekomendasi 6 Wahana Permainan Buatan di Singapura, Bisa Main Bersama Anak

Air terjun yang berlokasi di Desa Temburun Kecamatan Siantan Timur yang menjadi destinasi wisata serta sumber air bersih masyarakat itu, terancam tinggal kenangan karena minimnya menjaga kelestarian di sepanjang aliran sungai.

Tidak hanya sedimentasi tanah yang turun sehingga mengotori dan membuat permukaan air menjadi lebih dangkal, pembukaan lahan di sekitar tepian sungai menjadi hal lain yang perlu diperhatikan sebelum terlambat.

"Perlu ada langkah nyata. Tidak bisa hanya dengan sosialisasi saja. Semua pihak harus berperan aktif," ujar Fadhil Hasan, seorang warga kepada TRIBUNBATAM.id, Minggu (17/9/2017).

Fadhil mengapresiasi langkah yang diambil dalam menerbitkan Peraturan Daerah yang mengatur tentang mendirikan bangunan yang bersinggungan dengan jalan.

"Saya apresiasi Pemerintah Daerah.

Namun demikian, perlu dibuat agar Perda itu dapat diketahui masyarakat.

Jangan sampai, masyarakat cenderung tidak tahu dan penegak Perda mengambil langkah tegas.

Sosialisasi dalam hal ini perlu dilakukan," kata Fadhil.

Durian asal Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri. Tribun/Septyan Mulia Rohman.
Durian asal Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri. Tribun/Septyan Mulia Rohman. (TRIBUNBATAM.id/Septyan Mulia Rohman)

Perhatian akan kondisi air terjun Temburun sebelumnya juga disampaikan anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian.

"Beberapa langkah bisa dilakukan agar air terjun itu tetap terjaga keasriannya," ungkap Raja Bayu Febri Gunadian(TRIBUNBATAM.id/Septyan Mulia Rohman)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved