Limbah Plastik Mengandung B3 Akhirnya Direekspor, Negara Tujuan Hongkong dan Prancis

Setelah menjalani proses panjang, akhirnya Limbah Plastik yang sempat menjadi polemik di Kota Batam dire-Ekspor ke Negara Asal.

Limbah Plastik Mengandung B3 Akhirnya Direekspor, Negara Tujuan Hongkong dan Prancis
tribunbatam.id/Argianto
Kepala Kantor Bea dan Cukai Khusus Batam, Susila Brata beserta petugas Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup melihat isi kontainer untuk sebelum di kirim ulang ke negara asal di Pelabuhan Internasinal, Batuampar, Batam, Senin (29/7). 

Pengiriman kembali juga disaksikan langsung oleh perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rima Yulianti, sebagai Kepala Seksi Notifikasi Limbah B3 dan Limbah Non B3.

Merekam Kecurangan Permainan Judi Pimpong. Seorang Kasir Hotel Mengaku ke Polisi Dipukul dan Difoto

Taksi Online & Konvensional Batam Bentrok Lagi, Dishub Kepri Pastikan Izin Prinsip Segera Terbit

Tak Hanya OTT, Polisi Juga Selidiki Penyelundupan Belasan Mikol yang Dilakukan Oknum Dishub Batam

Tiap Hari Angkut 1.000 Ton Sampah, Dinas Lingkungan Hidup Batam Siagakan 120 Armada

Menurutnya, pengiriman kembali ini telah disesuaikan dengan aturan yang ada.

"Limbah B3 tidak diperbolehkan masuk. Yang diimpor limbah non B3, namun selama itu terkontaminasi maka re-eskpor harus dilakukan," terangnya.

Rima menyebutkan, untuk impor plastik sendiri sejauh ini masih diperbolehkan secara aturan.

Namun, ia kembali menegaskan, kegiatan impor sendiri tentu harus menyesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.

"Jika mengandung limbah B3, itu jelas tidak diperbolehkan," tegasnya lagi.

Kepada Tribun Rima menyebutkan, pengiriman kali ini merupakan container milik perusahaan bernama PT. Arya Wiraraja Plastikindo.

Menurutnya lagi, ketujuh peti kemas itu dikirim dengan kode berbeda-beda.

"Yang ke Perancis itu CMAU 5889702 dan TGHU 6734729. Sedangkan sisanya itu ke Hongkong," sebutnya.

Tribun mencatat, untuk ke Negara Hongkong lima peti kemas dikirim dalam peti berkode MRKU 24033745G1, PONU 80528745G1, PONU 81684945G1, HASU 43925745G1, dan TEMU 8890122.

Selain diperiksa, Bea Cukai Batam juga membuka ketujuh peti kemas itu untuk dilakukan pengecekan, dengan tujuan untuk memastikan isinya tidak berubah.(tribunbatam.id/dipanusantara)

Penulis: Eko Setiawan
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved