BATAM TERKINI

450 Ekor Diselundupkan ke Indonesia, Ditangkap Lanal Batam, Burung Kacer Dianggap Hama di Malaysia,

Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Batam menggagalkan upaya penyelundupan satwa burung dari Malaysia menuju Batam.Penangkapan disekitar Punggur

450 Ekor Diselundupkan ke Indonesia, Ditangkap Lanal Batam, Burung Kacer Dianggap Hama di Malaysia,
tribunbatam.id/Argianto
Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Batam gagalkan upaya penyelundupan satwa burung dari Malaysia menuju Batam di Sekitar Pulau Kasam, Telaga Punggur, Senin (29/7). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Batam menggagalkan upaya penyelundupan satwa burung dari Malaysia menuju Batam. Penangkapan dilakukan di sekitar Pulau Kasam, Telaga Punggur, Senin (29/7/2019).

Komandan Pangkalan Angkatan Laut Batam, Kolonel (laut) Alan Dahlan menerangkan berawal dari informasi akan adanya penyelundupan satwa burung menuju Batam lalu dilakukan operasi penyekatan di jalur yang akan dilewati.

"Begitu kita kejar-kejaran di laut, penyelundup mengkandaskan speednya ke bakau kemudian dia lari," ujar Alan saat memberikan keterangan kepada media, Selasa (30/7/2019).

Tugu Burung Hantu, Mirip Simbol Densus 88 Antiteror Ada di Anambas, Begini Makna Burung Hantu Itu

Tambal Defisit, Menkeu Sri Mulyani Tanggapi Usulan Kenaikan Tarif Iuran BPJS Kesehatan

Merasa Aman, Bidan di Bintan Ini Nekat Menyelundupkan Sabu Dengan Cara Aneh, Ini Pengakuannya

Meski telah dilakukan penyekatan di berbagai sektor, Tim F1QR hanya mampu menyita barang bukti satu speedboat tanpa nama bermesin 40 PK dengan muatan 450 burung kacer yang akan diselundupkan menuju Batam sedangkan penyelundup melarikan diri.

Komandan Lanal Batam menambahkan Lanal Batam akan terus berupaya mempersempit ruang bagi penyelundup terutama mengantisipasi masuknya barang berbahaya melalui jalur laut.

Sementara itu, Kepala Karantina Pertanian Batam, Joni Anwar mengatakan satwa burung yang masuk secara ilegal di khawatirkan membawa penyakit dari negara asal.

"Sebelum di lepas di alam liar, burung ini akan diperiksa kesehatannya untuk memastikan bebas penyakit," kata Joni.

Joni menambahkan lembaga yang dipimpimnya sering mendapat limpahan satwa burung asal Malaysia hasil sitaan penegak hukum yang ada di Batam.

"Di sana burung ini dianggap hama karena terlalu banyak sedangkan di kita Indonesia burung ini memiliki nilai ekonomis karena banyak diminati orang Indonesia untuk dipelihara," tutup Joni. (arg)

Penulis: Argianto
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved