CERITA Prajurit Kopassus TNI Demi Misi Terpaksa ke Sarang Suku Kanibal di Papua, Begini Akhirnya

Demi menunaikan misi khusus, prajurit Kopassus TNI AD memasuki hutan belantara papua yang memiliki pepohonan rapat

CERITA Prajurit Kopassus TNI Demi Misi Terpaksa ke Sarang Suku Kanibal di Papua, Begini Akhirnya
youtube
Kisah Prajurit Kopassus 

Demi misi khusus,  prajurit Kopassus TNI AD terpaksa ke sarang suku kanibal di Papua, begini akhirnya

TRIBUNBATAM.id - Prajurit Kopassus adalah pasukan elit TNI dikenal paling berani dan disegani.

Prajurit Kopassus TNI AD ini tak gentar meski apapun yang menghadang.

Misalnya, saat pasukan tentara Kopassus ini hendak masuk hutan belantara Papua, dan masuk sarang suku Kanibal. 

 

Dikutip Sripoku.com dari Intisari, misi Kopassus TNI AD masuk hutan belangtara Papua ini tersebut bermula ketika ditemukannya jasad Rockfeller yang hanya ditemukan berupa sepotong kaki yang masih mengenakan sepatu.

SEKARANG Live Streaming Badminton Thailand Open 2019

Rekomendasi 4 Kota di China yang Sering Dikunjungi Wisatawan Indonesia

Walikota Batam Rudi Tepis Isu Kepemilikan Taksi dan Bantah Tudingan Halangi Taksi Online

Bule Berbadan Kekar dan Bertato Lesu Ditangkap Imigrasi Bali, Buronan Inggris

 

Berdasar jenis sepatu itulah sepotong kaki itu kemudian dikenali sebagai jasad dari mendiang Rockfeller.

Kabar kematian Rockfeller dengan cara yang sangat tragis itu pun menjadi perhatian dunia internasional termasuk rumor bahwa Rockfeller telah dimakan oleh suku terasing yang tinggal di hutan belantara Papua Nugini.

 

Gaia Dergi
Gaia Dergi ()

 

Rumor tentang keberadaan suku pemakan manusia tidak hanya beredar di Papua Nugini tapi juga menyebar ke kawasan pedalaman Irian Barat (Papua) yang di tahun 1960-an masih merupakan hutan lebat yang belum terjamah.

Pada 5 Mei 1969 meski rumor tentang keberadaan suku pemakan manusia di pedalaman Papua masih santer, sekitar 7 anggota pasukan baret merah RPKAD/Kopassus), 5 anggota Kodam XVII Cenderawasih Papua dan tiga warga asing yang juga kru televisi NBC, AS serta satu wartawan TVRI, Hendro Subroto melaksanakan ekspedisi ke Lembah X yang berlokasi di lereng utara gunung Jayawijaya.

Tim ekspedisi yang berjumlah total 16 orang itu dipimpin oleh personel RPKAD Kapten Feisal Tanjung sebagai Komandan Tim dan Lettu Sintong Panjaitan sebagai Perwira Operasi.

Lokasi ekspedisi disebut sebagai Lembah X dan berada di lereng utara Gunung Jayawijaya yang berpemandangan elok sekaligus merupakan tempat yang belum pernah dijamah oleh manusia dari luar.

Halaman
1234
Editor: Aminudin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved