Iklan 'Perempuan Rela Digilir' Diselidiki Polri, Modus Baru Tekan Nasabah yang Susah Bayar Utang

Iklan Fintech 'perempuan rela digilir'yang viral dan disebar oknum tertentu tengah didalami oleh polisi.

Iklan 'Perempuan Rela Digilir' Diselidiki Polri, Modus Baru Tekan Nasabah yang Susah Bayar Utang
net
Ilustrasi Fintech 

TRIBUNBATAM.id - Polri melalui Brigjen Pol Dedi, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri menjawab masalah iklan fintech yang viral.

Divisi Humas Polri menegaskan, 'Iklan Perempuan Rela Digilir' tindakan oknum perusahaan jasa keuangan berbasis online atau fintech yang mengiklankan nasabahnya dengan istilah "bersedia digilir demi melunasi utang" masuk kategori melawan hukum.

Menurut Dedi, tindakan tersebut adalah menyebarkan kabar bohong atau hoaks.

"Itu perbuatan melawan hukum jelas," kata Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (29/7/2019).

Download Lagu ICY ITZY, Lengkap Lirik Lagu dan Video Klip, Trending Youtube

Puasa Sunnah Jelang Idul Adha Dimulai Jumat, Manfaatnya Terlepas dari Siksa Kubur

Handphone Hilang Ditemukan, Cinta Terlarang Guru Honorer dan Siswi SMA Terbongkar, Foto Tersebar

Prabowo Ketemu Megawati Bisa Ubah Peta Politik Pilgub Kepri, Ada Sosok Tak Terduga

Dedi mengatakan, hoaks yang disebar tersebut sengaja dilakukan untuk menekan nasabah yang belum mampu membayar utang.

Ia mengatakan, tim cyber Polri tengah mendalami kasus yang dialami nasabah bernama YI tersebut.

YI, korban pinjaman online ilegal bersama LBH Soloraya memberikan keterangan pers di Solo, Jawa Tengah, Kamis (25/7/2019).
YI, korban pinjaman online ilegal bersama LBH Soloraya memberikan keterangan pers di Solo, Jawa Tengah, Kamis (25/7/2019). ((KOMPAS.com/LABIB ZAMANI))

"Itu modus-modus yang dilakukan oleh fintech-fintech untuk menekan konsumen yang 'belum mampu' melunasi utangnya atau terjerat utang oleh bujuk rayunya fintech itu. Itu sedang didalami cyber," ujarnya.

Sebelumnya, YI (51), warga Solo, Jawa Tengah, dipermalukan oleh oknum pinjaman berbasis online (fintech) Incash karena telat membayar utang.

Awalnya, YI meminjam uang ke fintech ilegal itu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Alasan ia meminjam uang ke fintech tersebut karena persyaratannya mudah dan cepat.

Halaman
123
Editor: Aminnudin
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved