Janji KPU Kabupaten Bintan Soal Santuan Kepada Petugas Pemilu yang Jatuh Sakit, Belum Terwujud Juga

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bintan hingga saat ini belum memberikan santunan yang dijanjikan kepada petugas Pemilihan Umum (Pemilu).

Janji KPU Kabupaten Bintan Soal Santuan Kepada Petugas Pemilu yang Jatuh Sakit, Belum Terwujud Juga
Tribun Batam/Aminudin
Ketua KPU Bintan Ervina Sari, didampingi dua komisioner KPU Haris Daulay dan Rusdel memperlihatkan berkas DCT kepada anggota Bawaslu Bintan, Kamis (20/9/2018) di Kantor KPU Bintan. 
TRIBUNBATAM.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bintan hingga saat ini belum memberikan santunan yang dijanjikan kepada petugas Pemilihan Umum (Pemilu) yang jatuh sakit akibat kelelahan dan kecelakaan.
Padahal, janji untuk memberikan santunan tersebut sudah sejak lama diumbar oleh KPU Kabupaten Bintan.
Komisioner KPU Bintan Haris Daulay menjelaskan, usulan untuk santunan petugas Pemilu sudah sejak lama diajukan ke KPU RI.
Namun sampai saat ini belum ada kabar mengenai waktu santunan itu dicairkan.
Bahkan, beberapa kali pihak KPU Kabupaten Bintan berkomunikasi dengan KPU RI, prioritas santunan diutamakan kepada petugas Pemilu yang meninggal dunia.
"Memang akan diberikan, hanya saja KPU RI memprioritaskan petugas yang meninggal.
Sedangkan di Bintan, ditemukan petugas yang sakit, seperti karena kecelakaan dan kelelahan," terang Haris, Rabu (31/7/2019).
Haris juga mengakui, pengajuan untuk santunan petugas Pemilu yang jatuh sakit di Bintan selama bertugas sudah dilakukan sejak Mei 2019.
Kebakaran hutan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bintan, Selasa (30/7/2019). Kebakaran ini disebut telah melalap lahan seluas 4 hektare.
Kebakaran hutan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bintan, Selasa (30/7/2019). Kebakaran ini disebut telah melalap lahan seluas 4 hektare. (TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora)
"Kalau perihal keterlambatan pencairan santunan ini belum bisa dipastikan sampai kapan, kita juga sedang menunggu dari Pusat," tutur Haris.
Haris juga menyampaikan, santunan bagi petugas yang sakit tetap ada dari pusat.
Akan tetapi waktunya belum bisa dipastikan.
"Santunan itu memang ada, waktunya yang belum tahu kapan di cairkan," kata Haris.
Dari informasi yang dihimpun TRIBUNBATAM.id, sepanjang tahapan Pemilu serentak 2019, setidaknya jajaran petugas KPU Kabupaten Bintan dikabarkan jatuh sakit dan ada yang kecelakaan selepas menjalankan tugas.
Misalnya, Ketua PPS Desa Sri Bintan, Angka Suryawijaya mengalami kecelakaan, ada juga Wenti, anggota KPPS di TPS 6 Kelurahan Sei Nam Kijang yang keguguran karena kelelahan menjalankan tugasnya dan Abdul Halim, Andi Triadi dan Arsuhara.

Sebelumnya, Ketua Divisi SDM KPU Kabupaten Bintan, Syamsul mengatakan, ada empat orang yang mendapat santunan.

Mereka terdiri dari dua anggota PPS dan dua anggota PPK.

KDN Provinsi Kepri Gelar Kegiatan Sosialisasi Ancaman Peredaran Narkoba di Wilayah Perbatasan Bagi Pemuda di Bintan
KDN Provinsi Kepri Gelar Kegiatan Sosialisasi Ancaman Peredaran Narkoba di Wilayah Perbatasan Bagi Pemuda di Bintan (TRIBUNBATAM.id/ALFANDI SIMAMORA)

"Sebenarnya ada tujuh petugas Pemilu mendapat santunan akibat kecelakaan kerja.

Dari hasil verifikasi, kami memutuskan lima orang sajalah yang mendapatkan santunan.

Kami teruskan ke KPU Kepri agar dilanjutkan ke KPU RI," kata Syamsul.

Kelima petugas Pemilu mendapatkan santunan adalah Wenti yang merupakan petugas KPPS di TPS 6 Kelurahan Sei Enam.

Wanita ini harus kehilangan anak yang dikandungnya.

Sejak Pelabuhan Pelni Pindah Batuampar, Begini Kondisi Pedagang Kaki Lima di Sekupang Batam

Waspada, BMKG Ingatkan Soal Gelombang Tinggi di Perairan Kepri dan Tujuh Provinsi di Indonesia

Jual Lahan Hutan Lindung, PT PMB Berdalih Ingin Ikut Program Sejuta Rumah Presiden

Penyidik KPK Perpanjang Masa Penahanan Nurdin Basirun 40 Hari Lagi

Warga Kampung Sei Enam Laut itu melahirkan bayi prematur; setelah tiga hari bayi itu kemudian meninggal.

Selain itu, Abdul Halim (41),warga Desa Sebong Lagoi .

Dia merupakan PPK Teluk Sebong.

Dia mengalami sakit pusing dan sesak napas karena menghabiskan banyak waktu dalam kegiatan Pemilu.

Anggota PPK Gunung Kijang, Andi Triadi (27) dari Desa Malang Rapat mengalami sakit demam dan panas tinggi.

Arsuhara Yopa Nasution (36), warga Teluk Lobam.

Pemkab Bintan Berikan Apresiasi dan Penghargaan Kepada Atlit dan Pelatih Yang Berhasil Mengharumkan Nama Baik Bintan diajang Porprov ke IV tahun 2018
Pemkab Bintan Berikan Apresiasi dan Penghargaan Kepada Atlit dan Pelatih Yang Berhasil Mengharumkan Nama Baik Bintan diajang Porprov ke IV tahun 2018 (tribunbatam.id/ist)

Tenaga honorer Pemkab Bintan ini bertugas sebagai PPS Kelurahan Tanjunguban Kota.

Dia kelelahan sampai mengalami sakit pitam, lemas dan pingsan.

Angka Surya Wijaya (50), warga Kecamatan Teluk Sebong.

Petugas PPS Desa Sri Bintan ini mengalami luka berat akibat kecelakaan lalu lintas (Lakalantas).

Ada dua orang yang tidak lulus verifikasi mendapatkan santunan adalah Syaiful Erwin yang bertugas sebagai PPS Tanjunguban dan Susanti merupakan petugas KPPS Kijang.

Mereka tidak lulus verifikasi karena tidak bisa menunjukkan surat sakit karena hanya rawat jalan saja.

Besaran santunan yang akan didapatkan 5 petugas PPS, PPK, dan KPPS tersebut berbeda-beda. (TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved