Jajaran Polsek Bintan Timur Amankan Oknum Satpam PT Antam, Ulahnya Buat Hutan Lindung Terbakar

Bakar lahan lalu lupa mematikan apinya, Rusdiyanto harus menanggung risikonya. Hutan lindung terbakar dan Rusdiyanto pun diamankan polisi.

Jajaran Polsek Bintan Timur Amankan Oknum Satpam PT Antam, Ulahnya Buat Hutan Lindung Terbakar
Hutan lindung Sungai Pulai yang dibabat warga di pinggir jalan di wilayah Bintan Timur. 
TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Bintan Timur mengamankan Rusdiyanto (44) karena diduga membakar hutan lindung di Jalan Nusantara Kilometer 20 Gang Akasia, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur.
Pria yang bekerja sebagai anggota satuan pengamanan (Satpam) di Perseroan Terbatas (PT) Antam merupakan warga Sungai Lekop.
Dia diamankan Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Bintan Timur lantaran lalai saat membakar sampah di lahan yang dibersihkannya.
Sebab, dia membakar sampah tepat bersebelahan dengan kawasan hutan lindung.
Dia tidak menjaga atau meninggalkan begitu saja lahan tersebut  dan bekerja membersihkan lahan di tempat lain. 
Akhirnya api menjalar ke kawasan hutan lindung sehingga membakar hampir setengah haktere kawasan hutan lindung.
Saat itu juga tersangka mencoba memadamkan api, namun api pun cepat merambat dan membesar hingga membuat warga sekitar khawatir.
"Nah saat itulah warga sekitar berusaha menghubungi pihak kepolisian dan pemadam kebakaran.
Tanpa menunggu lama kita pun turun ke lokasi," terang Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bintan Timur, Ajun Komisaris Polisi (AKP)  Muchlis Nadjar saat menggelar ekspose di Markas Polsek Bintan Timur, Jumat (02/8/2019).
Muchlis juga memberitahu, Rusdiyanto juga mengaku tidak sengaja membakar hutan lindung. 
Hal itu terjadi akibat dari kelalaiannya saat membakar sampah di perbatasan antara lokasi lahan yang dibersihkannya dengan hutan lindung.
Api saat itu merambat tanpa sepengetahuannya.
Petugas pemadan kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar hutan di sebuah bukit di Toapaya, Bintan, Jumat (11/2/2017)
Petugas pemadan kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar hutan di sebuah bukit di Toapaya, Bintan, Jumat (11/2/2017) (TRIBUNBATAM/AMINNUDIN)
Saat itu Rusdiyanto sibuk membersihkan sampah di lokasi lahan lain; tidak berada di lokasi dirinya membakar sampah.
"Nah saat tersangka balik ke lokasi dirinya membakar sampah, dia kaget api sudah merambat ke kawasan hutan lindung.
Dia berusaha memadamkan api.
Alhasil api tidak bisa dipadamkan dan api membesar melahap lahan hutan lindung," tutur Muchlis Nadjar.
Muchlis Nadjar juga menambahkan, akibat kebakaran itu, sekitar setengah haktere hutan lindung hangus terbakar. 
Namun, kerugian masih belum dihitung dan dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepri.
"Kita sudah menginformasikan hal ini ke DLHK Kepri.
Nanti kalau sudah kita ketahui kerugiannya akan kita beritahu," ucap Muchlis Nadjar.
Kebakaran Hutan Seluas Satu hektar di kawasan Bintan Memnghebohkan Masyarakat sekitar
Kebakaran Hutan Seluas Satu hektar di kawasan Bintan Memnghebohkan Masyarakat sekitar (TRIBUNBATAM.id/ALFANDI SIMAMORA)
Muchlis Nadjar juga memberitahu, dalam kejadian itu, sejumlah barang bukti diamankan yakni cangkul, parang dan sejumlah ranting kayu yang terbakar di hutan lindung tersebut.
"Kalau untuk hukuman tersangka, tersangka dijerat pasal 78 ayat (4) Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 41 Tahun 1999 tentang kehutanan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun," tegas Muchlis Nadjar. (TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora)
Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved