BATAM TERKINI

Harga Cabai Merah dan Rawit Picu Inflasi di Kepri Selama Juli 2019

Komoditas utama penyumbang inflasi di kelompok ini pada Juli, adalah cabai merah dan cabai rawit.

Harga Cabai Merah dan Rawit Picu Inflasi di Kepri Selama Juli 2019
Thinkstock
Cabai mengandung capsaicin yang membuatnya memiliki sensasi pedas. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Peningkatan harga kelompok bahan makanan menjadi sumber inflasi Kepri pada Juli 2019.

Kelompok ini tercatat mengalami inflasi sebesar 1,47 persen (mtm) dengan andil 0,34 persen (mtm).

Meski begitu, jika dibanding bulan sebelumnya, angka ini lebih rendah. Inflasi pada Juni, tercatat sebesar 2,85 persen (mtm) dan andil 0,64 persen (mtm).

Komoditas utama penyumbang inflasi di kelompok ini pada Juli, adalah cabai merah dan cabai rawit.

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kepri, Gunawan mengatakan, kenaikan harga cabai di Kepri, diperkirakan dampak keterbatasan pasokan dari sentra penghasil.

"Di antaranya akibat kekeringan yang terjadi di Jawa Tengah dan pergeseran masa tanam di Sumatera Utara," kata Gunawan dalam rilis yang diterima Tribun, Sabtu (3/8).

Selain kelompok bahan makanan, inflasi Kepri juga didorong peningkatan harga pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan.

Terancam Ditarik BP Batam, Begini Alasan Lahan Tidur Tak Juga Dimanfaatkan

Besi Pembatas Tangga JPO di Muka Kuning Batam Dicuri Orang

Plt Gubernur Kepri Isdianto Panggil Pertamina Setelah Dapat Keluhan Soal Kelangkaan Solar di Batam

Inflasi di kelompok ini bersumber dari tarif angkutan udara yang mengalami inflasi sebesar 4,19 persen (mtm) dengan andil 0,19 persen (mtm).

"Peningkatan tarif angkutan udara masih terjadi di Batam. Sementara tarif angkutan udara di Tanjungpinang, tercatat mengalami deflasi," ujarnya.

Gunawan melanjutkan, secara spasial, Batam dan Tanjungpinang mengalami inflasi pada Juli.

Batam tercatat mengalami inflasi sebesar 0,61 persen (mtm) atau 3,53 persen (yoy). Angka ini lebih tinggi dibanding Juni. Saat itu inflasi tercatat sebesar 0,24 persen (mtm) atau 3,15 persen (yoy).

Sedangkan Tanjungpinang, mengalami inflasi sebesar 0,57 persen (mtm) atau 3,32 persen (yoy).

Angka ini juga meningkat dibanding periode bulan sebelumnya. Inflasi saat itu tercatat sebesar 0,32 persen (mtm) atau 3,20 persen (yoy).

Jika komoditas utama penyumbang inflasi di Batam berasal dari cabai merah, tarif angkutan udara dan cabai rawit. Hampir serupa di Tanjungpinang.

"Komoditas utama penyumbang inflasi di Tanjungpinang dari cabai rawit, cabai merah dan ikan tongkol," kata Gunawan. (*/tribunbatam.id/dewi haryati)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved