Jika Trump Terapkan Tarif Baru untuk China, Apple Bakal Kehilangan Rp 113,7 M

Jika pemerintahan Presiden Donald Trump benar-benar menerapkan ancaman tarifnya, Apple bakal mengalami kerugian yang cukup besar.

Jika Trump Terapkan Tarif Baru untuk China, Apple Bakal Kehilangan Rp 113,7 M
Apple
Ilustrasi Apple Store di Jewel Changi Airport, Singapura 

TRIBUNBATAM.id - Jika pemerintahan Presiden Donald Trump benar-benar menerapkan ancaman tarifnya, Apple bakal mengalami kerugian yang cukup besar.

Seperti dilansir dari CNN, Sabtu (3/8/2019), penerapan tarif impor bakal membuat penjualan Apple merosot 6 juta hingga 8 juta dollar AS di Amerika Serikat tahun depan.

Analis teknologi Wedbush Securitues Dan Ives mengatakan, penerapan tarif tambahan oleh Trump sebesar 300 juta dollar AS bakal memangkas pendapatan Apple hingga 4 persen pada 2020.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengancam bakal menerapkan tarif sebesar 10 persen dari sisa produk China senilai 300 miliar juta dollar AS yang belum dikenai tarif.

Produk tersebut termasuk laptop, smartphone, dan produk teknologi lain. Menurut Ives, dengan diterapkannya tarif baru, industri teknologi AS bakal terancam risiko yang cukup hebat.

ByteDance, Pendiri TikTok akan Luncurkan Mesin Pencari Sendiri

BTP Luncurkan Aplikasi Jangkau untuk Menyalurkan Bantuan Sosial

Daftar Lengkap Nama 68 Paskibraka Nasional 2019 dari 34 Provinsi, Ini Dia Wakil dari Kepri

Investasi Koin Emas Masih Jadi Pilihan

 

"Apple jelas terjebak dalam persilangan antara DC dan Beijing," kata Ives.

Wall Street terus mengkhawatirkan kembali pecahnya perang dagang antara China dan Amerika Serikat. Harga saham Apple pun merosot hingga 2 persen pada perdagangan Kamis (1/8/2019) dan kembali anjlok 1 persen pada perdagangan Jumat (2/8/2019).

Meski Ives memecayai Apple bakal mampu memitigasi peningkatan biaya produksi dengan memindahkan rantai pasokan, namun prosesnya bakal memakan waktu lama.

Menurut dia, Apple bisa saja memindahkan 5 persen hingga 7 persen produksi iPhone dari China ke India dan Vietnam dalam dua tahun depan jika perang tarif masih berlanjut.

Namun, Apple tidak bisa meninggalkan China begitu saja. Dengan demikian, mau tak mau penggua iPhone harus membayar lebih besar, atau menunda pembelian produk iPhone.

Kemungkinan pahit lainnya adalah konsumen iPhone bakal beralih menggunakan pilihan ponsel lain.

Waktu penetapan tarif baru ini cukup sulit bagi Apple. Pasalnya, Apple baru saja melaporkan kinerja keuangan mereka yang lebih baik dari harapan pasar.

Editor: Rio Batubara
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved