Inovasi Teknologi, ATB Lebih Efisien Kelola Kebocoran

Teknologi SCADA memungkinkan petugas melakukan kendali dan pengawasan jarak jauh proses produksi dan distribusi yang berlangsung di setiap IPA

Inovasi Teknologi, ATB Lebih Efisien Kelola Kebocoran
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Manager Produksi ATB sedang menjelaskan sistem SCADA. Teknologi SCADA memungkinkan petugas melakukan kendali dan pengawasan jarak jauh terhadap proses produksi dan distribusi yang berlangsung di setiap Instalasi Pengolahan Air (IPA), sehingga mampu menekan angka kebocoran hingga ke titik minimal. 

TRIBUNBATAM.id – Penerapan inovasi teknologi terbukti mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan kebocoran air di Batam.

Dengan implementasi preasure management dalam Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), PT Adhya Tirta Batam (ATB) mampu menekan angka kebocoran hingga 16.6 persen.

“Walaupun sudah cukup rendah, kami tetap berupaya menekan angka kebocoran hingga 15 persen. Tentunya ini butuh usaha keras dari kami,” ujar Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus.

Menekan angka kebocoran menjadi pekerjaan rumah bagi semua perusahaan air di Indonesia.

Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) mengungkapkan, tingkat kebocoran air di Indonesia cenderung mengalami kenaikan setiap tahunnya.

Tahun 2015, rata-rata kebocoran air nasional adalah 32,47 persen. Peningkatan terus terjadi pada 2017 hingga mencapai 32,80 persen.

Hingga pada tahun 2018 silam, rata-rata kebocoran nasional naik menjadi 33,16 persen.

Kenaikan tingkat kebocoran ini bertolak belakang dari target yang dicanangkan oleh BPPSPAM.

Lembaga di bawah kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PERA) ini menargetkan kebocoran air nasional bisa ditekan hingga di bawah 20 persen.

Manajemen pengelolaan kebocoran yang modern membuat ATB menjadi satu-satunya perusahaan air bersih yang mampu menekan angka kebocoran hingga 16,6 persen. Tingkat kebocoran air ATB adalah yang terendah untuk kelompok pelanggan lebih dari 250 ribu.

Halaman
1234
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved