Polsek Tambelan Kejar Bos Penyedia Bahan Peledak Untuk Bom Ikan Rakitan

Jajaran anggota Polsek Tambelan memburu bos nelayan yang bom ikan di perairan Tambelan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri.

Polsek Tambelan Kejar Bos Penyedia Bahan Peledak Untuk Bom Ikan Rakitan
tribunbatam.id/endra Kaputra
Keempat pelaku bom ikan di perairan Tambelan, Kabupaten Bintan tiba di Pelabuhan Sri Bintan Pura(SBP) Tanjungpinang. 

TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Kepolisian Sektor (Polsek) Tambelan masih memburu pemasok bahan peledak bom rakitan yang digunakan oleh empat tersangka untuk menangkap ikan.

Keempat pria yang sudah diamankan itu selama ini menangkap ikan secara ilegal di Perairan Pulau Penyemuk, Desa Mentebung,Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tambelan Inspektur Polisi Dua (Ipda) Missyamsu Alson mengatakan kasus penangkapan ikan ilegal dengan menggunakan bahan peledak bom rakitan dilakukan oleh empat orang tersangka.

Keempatnya adalah Hasbullah (40) yang merupakan kapten dan sekaligus penyelam, Amiruddin (48) sebagai penyelam, Ilham (49) sebagai koki kapal dan Rusdianto (38) anak buah kapal (ABK).

Empat Pelaku Bom Ikan di Tambelan Bintan Tiba di Pelabuhan SBP Tanjungpinang Dengan Tangan Terborgol

Empat Nelayan Kalbar Ditangkap di Tambelan, di Kapal Mereka Ada Bahan Peledak Untuk Merakit Bom Ikan

Diduga Terkena Bom Ikan, Dua Penyelam Asal China Tewas di Perairan Semporna Sabah Malaysia

Diduga Tolak Ajakan Rujuk, Pria Ini Lempar Bom Ikan ke Kepala Mantan Istrinya hingga Tewas

"Para tersangka merupakan warga Pemangkat, Kalimantan Barat yang menangkap ikan menggunakan bom yang dirakit di atas kapal," ucap Alson kepada TRIBUNBATAM.id, Senin (05/8/2019).

Alson juga menyampaikan, bahan peledak bom rakitan yang digunakan keempat tersangka itu diperoleh dari seseorang yang sampai saat ini masih dikejar oleh pihak kepolisian.

"Mereka mendapatkanya dari seseorang yang merupakan penyedia bahan bom rakitan.

Kita masih mengejar orangnya," tegas Alson.

Dia melanjutan, seseorang yang masih dikejar itu juga merupakan bos dari keempat nelayan yang diamankan ini.

"Penyedia bahan peledak itu juga bos dari keempat nelayan yang kita amankan ini," sebut Alson.

Kapolsek Tambelan itu menambahkan, saat ini keempat pelaku menjalani proses pelimpahan kasus ke Kepolisian Resort (Polres) Bintan.

Dari pengakuan mereka diperoleh informasi bahwa banyak lagi nelayan menangkap ikan menggunakan bom rakitan.

"Sudah belasan kali, minimal dalam satu minggu satu kali menangkap ikan dengan cara ngebom.

Diduga ada sekitar 17 kapal lagi yang menangkap ikan seperti mereka," ucap Alson.

Sebelumnya 

Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Tambelan bersama tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berhasil meringkus empat orang nelayan asal Kalimantan Barat (Kalbar).
Sebab, keempat nelayan itu menangkap ikan secara ilegal di perairan Tambelan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, Selasa (30/7/2019).
Keempat tersangka ini diamankan disaat mengebom ikan di Perairan Pulau Penyemuk, Desa Pulau Mentebung.
Adapun keempat pelaku adalah Hasbullah bin Abu Talib (40), Amiruddin bin La Peu (48), Ilham bin Muhammad Hairi (49) dan Rusdianto bin Nazaruddin (38).
Kapolsek Tambelan, Ipda Missyamsu Alson menuturkan sebelum mereka diamankan, aktivitas illegal fishing penangkapan ikan ini sudah lama menjadi target.
Pihaknya bersama TNI AD dan Satpol PP terus melakukan pengawasan dan patroli secara rutin.
Ikan hasil penangkapan secara ilegal yang dilakukan oleh empat nelayan asal Kalimantan Barat, Selasa (30/7/2019). Mereka ditangkap oleh jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Tambelan bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Rabu (31/7/2019).
Ikan hasil penangkapan secara ilegal yang dilakukan oleh empat nelayan asal Kalimantan Barat, Selasa (30/7/2019). Mereka ditangkap oleh jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Tambelan bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Rabu (31/7/2019). (Istimewa)
Pada Senin (29/7/2019), pihaknya mengetahui ada aktivitas nelayan mengebom ikan dengan bom rakitan di Perairan Pulau Penyemuk Desa Pulau Mentebung.
Mendengar informasi itu, pihak kepolisian Tambelan langsung mengejar dan mendatangi lokasi sekitar pukul 09.00 WIB.
Namun tekong dan anak buah kapalnya berhasil kabur saat itu.
"Tetapi satu unit pompong yang digunakan untuk melakukan aksi illegal fishing berhasil di amankan," terang Missyamsu Alson, Rabu (31/7/2019).
Missyamsu Alson menambahkan, pelaku yang kabur adalah seorang tekong dan tiga anak buah kapal (ABK).
Keempat orang ini kabur ke darat Pulau Penyemuk.
Saat itu juga pihak kepolisian berkoordinasi dengan TNI AD dan Satpol PP untuk melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap pelaku illegal fishing itu bersama-bersama menggunakan Kapal KM Astakona.
Bahan peledak yang dipakai oleh empat nelayan asal Kalimantan Barat (Kalbar) untuk mengebom ikan di perairan Tambelan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, Selasa (30/7/2019). Mereka kemudian ditangkap oleh jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Tambelan, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Rabu (31/7/2019).
Bahan peledak yang dipakai oleh empat nelayan asal Kalimantan Barat (Kalbar) untuk mengebom ikan di perairan Tambelan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, Selasa (30/7/2019). Mereka kemudian ditangkap oleh jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Tambelan, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Rabu (31/7/2019). (Istimewa)
Saat mengitari sepanjang lokasi, TNI AD dan Satpol PP tidak melihat tanda-tanda adanya kapal yang berlayar.
Tim gabungan pun langsung menelusuri seluruh daratan pulau tersebut.
Tidak lama berselang setengah jam, tim gabungan berhasil meringkus 3 pelaku di antaranya Hasbullah bin Abu Talib, Ilham bin Muhammad Hairi dan Rusdianto bin Nazaruddin.
"Setelah itu ketiga pelaku dibawa ke dalam KM Mentebung berkapasitas 25 GT untuk diintrogasi," ujar Missyamsu Alson.
Missyamsu Alson juga menyebutkan, pada  Senin (29/7/2019), ada tiga pelaku saja yang berhasil diamankan.
Satu orang tersangka belum juga berhasil diringkus.
Namun pihaknya tidak berhenti sampai disitu, setelah menggali informasi dari tiga tersangka, TNI AD dan Satpol PP langsung terus melakukan pencarian.
"Nah Selasa (30/7/2019) kemarin, sekitar pukul 07.00 WIB tim gabungan berhasil mengamankan satu orang tersangka bernama Amiruddin bin La Peu," ucap Missyamsu Alson.
Dia juga menyebutkan, setelah  keempat tersangka dikumpulkan sekitar pukul 09.00 WIB, tim gabungan menggiring tersangka ke Mapolsek Tambelan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kapal yang digunakan oleh empat nelayan asal Kalimantan Barat (Kalbar) untuk menangkap ikan secara ilegal di perairan Tambelan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, Selasa (30/7/2019). Mereka kemudian ditangkap oleh jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Tambelan, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Rabu (31/7/2019).
Kapal yang digunakan oleh empat nelayan asal Kalimantan Barat (Kalbar) untuk menangkap ikan secara ilegal di perairan Tambelan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, Selasa (30/7/2019). Mereka kemudian ditangkap oleh jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Tambelan, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Rabu (31/7/2019). (Istimewa)
"Kita sampai di pelabuhan sekitar pukul  13.00 WIB. Proses pemeriksaan juga dibantu anggota Satreskrim Polres Bintan," terang Missyamsu Alson.
Pada kasus tersebut, pihak kepolisian juga mengamankan beberapa barang bukti, di antaranya 1 unit pompong berkapasitas 5 GT tanpa dukumen dan tanda selar.
Selanjutnya, 1 unit kompresor dan selang, 2 buah daker (alat pernapasan dalam air) merk ocean divers, Amonium Nitrate 3 karung seberat 75 Kilogram.
Bukan hanya itu, sejumlah bahan lainnya untuk merakit bom juga berhasil diamankan.
Ada 8 ken kapasitas 2 liter, 8 botol kaca, 2 botol mineral merk For3, 2 buah detonator rakitan telah dipasang sumbu, 1 unit GPS merk Furuno GP32, 1 unit Fish Finder merk Garmin 350c dan 12 bungkus Gaharu.
Selain itu ada 1 bungkus karet, 10 buah busa penutup botol kaca, 1 buah kayu untuk memasukkan detonator ke dalam botol, 2 buah jeriken pencampur bahan peledak, 2 gulung tali rapia, 3 buah cedok ikan dan 3 unit Hp Nokia.
"Pada penangkapan keempat tersangka kita juga berhasil mengamankan 1 ton ikan hasil tangkapan pelaku dengan menggunakan bom rakitan," ungkap Missyamsu Alson. (TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora)
Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved