Agar Tak Boros Saat Musim Diskon Lakukan Hal ini

bila Anda tak bisa mengatur arus kas sehari-hari, adanya diskon justru menjebak kondisi keuangan Anda

Agar Tak Boros Saat Musim Diskon Lakukan Hal ini
Kompas.com
ILUSTRASI Belanja 

TRIBUNBATAM.id - Menjelang Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus mendatang, diskon mulai bertebaran.

Pasalnya, Kementerian Perdagangan bersama Aprindo dan Hippindo juga membuat diskon yang desain khusus untuk meningkatkan daya beli masyarakat tanpa perlu merogoh kocek kian dalam.

Namun, bila Anda tak bisa mengatur arus kas sehari-hari, adanya diskon justru menjebak kondisi keuangan Anda. Bisa jadi, uang Anda sudah habis sebelum gajian berikutnya menghampiri.

Perencana keuangan Eko Endarto mengatakan, Anda disarakan menahan diri agar tak terjebak diskon. Bila Anda tidak terlalu membutuhkan, jangan memaksakan diri untuk membeli barang tersebut.

"Kalau uangnya enggak ada, lebih baik menahan diri. Jangan memaksakan diri, jangan mengejar pengeluaran. Artinya, jangan memaksakan pengeluaran bila pemasukan tidak bisa mengimbangi," kata Eko kepada Kompas.com, Selasa (6/8/2019).

Smartwatch Fossil Generasi 5 Diluncurkan, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Raja Thailand Lantik Mantan Pacar Jadi Selir Resmi Kerajaan, Wajah Istrinya Ini Bikin Salfok

Hape BM Bakal Diblokir, Begini Cara Cek IMEI Ponsel di Website Resmi Kemenperin

Catat Yaa, Ini Daftar Tiket Pesawat Murah Rute Jakarta - Bali

Eko menilai, memang tidak ada batasan berapa persen dari pengeluaran untuk mengikuti diskon tertentu. Tapi setidaknya, pengeluaran yang penting harus diutamakan.

Caranya adalah menyisihkan uang setelah menerima gaji untuk beramal, mencicil utang, investasi, dan kebutuhan sehari-hari.

"Sisihkan dulu untuk sosial agama, sisihkan sekitar 10 persen. Kalau punya utang, 30 persen cicilan utang. Kemudian 10 persen untuk investasi. Setelah itu kalau ada sisanya baru bisa digunakan untuk mengapresiasi diri-sendiri," tutur Eko.

Adapun milenial juga harus sadar mempersiapkan keuangan untuk masa depan. Sebab, jika tidak menyiapkan uang dari sekarang, bisa saja milenial justru menjadi generasi sandwich.

Generasi sandwich adalah ketika milenial terhimpit harus memenuhi kebutuhan dan biaya hidupnya sendiri, namun pada saat yang sama juga harus menanggung orangtuanya. 

"Milenial ada waktunya sudah tak akan lagi menjadi perbincangan, sehingga milenial juga harus menyiapkan masa depan. Jadi jangan berpikir hidup masa sekarang untuk masa sekarang. Kalau milenial tidak mempersiapkan dari sekarang, bisa bahaya ketika sudah dewasa," pungkas Eko.

Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved