Siap-siap, Ponsel Black Market Atau Hasil Curian Bakal Diblokir Pemerintah. Ini Aturannya

Aturan baru itu akan diteken pertengahan Agustus 2018 ini oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan akan diterapkan enam bulan lagi.

Siap-siap, Ponsel Black Market Atau Hasil Curian Bakal Diblokir Pemerintah. Ini Aturannya
net
Ilustrasi seorang wanita memegang ponsel 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA - Peringatan bagi Anda yang memiliki ponsel atau handphone black market, atau ponsel impor yang dijual di Indonesia.

Pemerintah akan memblokir ponsel tersebut dengan cara menerapkan aturan identitas IMEI atau nomor perangkat seluler internasional (International Mobile Equipment Identity) untuk seluruh handphone.

Aturan baru itu akan diteken pertengahan Agustus 2018 ini oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan akan diterapkan enam bulan lagi.

Aturan ini mewajibkan semua nomor IMEI ponsel yang beredar di Indonesia terdaftar di database atau konsekuensinya akan diblokir.

Hape BM Bakal Diblokir, Begini Cara Cek IMEI Ponsel di Website Resmi Kemenperin

Perusahaan China Ramai-ramai Pindah ke Malaysia, Ada Apa?

Demo Hong Kong Merembet ke Luar Negeri, Mahasiswa asal China dan Hong Bentrok di Australia

Artinya, ponsel asal luar negeri yang berbau selundupan --baru atau bekas-- tak akan bisa digunakan di Indonesia.

Batam sebagai surga ponsel black market selama ini tentu akan terdampak dengan aturan baru ini karena tujuan aturan ini memang untuk menghabisi penjualan ponsel ilegal.

Tidak hanya itu, ponsel hasil curian juga bakal terkena aturan ini jika.

Nah, bagaimana nasib ponsel yang kadung dibeli dari luar negeri? 

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengaku sedang menyiapkan tiga opsi, khusus untuk ponsel-ponsel yang dibeli di luar negeri. 

Ilustrasi ponsel
Ilustrasi ponsel (marketingland)

Pertama adalah opsi pelaporan. Nantinya, ponsel yang dibeli di luar negeri bisa digunakan di Indonesia dengan melaporkan IMEI ponsel, namun pembeli wajib membayar pajak. 

Halaman
1234
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved