12.000 Pasukan Anti Huru-hara China Latihan di Shenzhen, Bersiap Menyerbu Hong Kong?

Latihan tersebut bersamaan dengan Beijing mengeluarkan peringatan keras agar para demonstran tidak bermain api dan menganggap pemerintah China lemah.

12.000 Pasukan Anti Huru-hara China Latihan di Shenzhen, Bersiap Menyerbu Hong Kong?
Weibo via South China Morning Post
Kepolisian anti-huru-hara China menggelar latihan di Shenzhen, kota yang berbatasan langsung dengan Hong Kong, Selasa (7/8/2019). 

TRIBUNBATAM.ID, SHENZHEN - Meskipun China belum terpancing untuk bereaksi terhadap para demonstran yang membuat Hong Kong rusuh, namun mereka sudah mengeluarkan peringatan keras.

Terbaru, sebanyak 12 ribu pasukan polisi anti-huru-hara menggelar latihan penanganan kerusuhan di kawasan Yizhibo, Shenzhen, wilayah China daratan yang berbatasan langsung dengan Hong Kong, Selasa (6/8/2019).

Latihan tersebut bersamaan dengan Beijing mengeluarkan peringatan keras agar para demonstran tidak bermain api dan menganggap pemerintah China lemah.

Rakyat China daratan meluapkan kemarahan mereka terhadap aksi demonstran Hong Kong yang mereka anggap melakukan provokasi terhadap China.

Beijing Ingatkan Demonstran Hong Kong Tidak Bermain Api: Kalian Akan Binasa

Demo Hong Kong Merembet ke Luar Negeri, Mahasiswa asal China dan Hong Kong Bentrok di Australia

Pemimpin Eksekutif Hong Kong: Saya Tidak Akan Mundur oleh Tuntutan Kelompok Ekstrim

Di media sosial China, Weibo, publik mendesak China mengerahkan PLA (tentara pembebasan rakyat) untuk mengambil-alih Hong Kong dan menangkap para perusuh.

Namun China belum bertindak dan masih mempercayakan pemerintah eksekutif dan polisi Hong Kong untuk mengatasi demostrasi yang sudah berlangsung selama dua bulan itu.

Latihan tersebut, menurut South China Morning Post, ditengarai sebagai peringatan keras Beijing terhadap pendemo, sekaligus show of force, bagaimana kesiapan mereka mengatasi kerusuhan.

Sebuah rekaman latihan di Twitter media China, Golobal Times, menunjukkan aksi polisi mengatasi para "pengunjuk rasa" yang mengenakan pakaian hitam, masker dan helm pekerja warna kuning, sehingga publik di media sosial langsung mengesankannya seperti pendemo di Hong Kong.

Kepolisian Shenzhen hanya menyebutkan bahwa latihan tersebut merupakan bagian dari persiapan keamanan untuk peringatan ke-70 Republik Rakyat China pada 1 Oktober, menjawab dugaan publik di Weibo.

"Sebuah latihan akan diadakan untuk meningkatkan moral pasukan, berlatih dan mempersiapkan keamanan perayaan, menjaga keamanan politik nasional dan stabilitas sosial," kata polisi.

Halaman
1234
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved