BEASISWA KULIAH

6 Alasan Makin Banyak Mahasiswa Memilih Master of Business Administration

Minat sebagian besar mahasiswa Indonesia yang ingin kuliah di luar negeri adalah program S2 Master of Business Administration (MBA). Ini penjelasannya

6 Alasan Makin Banyak Mahasiswa Memilih Master of Business Administration
Ilana Millner
Ilustrasi kuliah MBA 

TRIBUNBATAM.id - Ketika mahasiswa Indonesia ingin kuliah di luar negeri, sebagian besar akan memilih program S2 Master of Business Administration (MBA).

Kabarnya, hal ini terjadi karena banyaknya mahasiswa Indonesia yang ingin jadi pengusaha muda.

Hal ini juga dirasakan oleh Dewi Arumsari (29), Lulusan fakultas ekonomi di perguruan tinggi negeri di Medan, Sumatera Utara.

Mau Kuliah di Amerika Serikat? Ikuti 3 Tips Ini Untuk Dapatkan Beasiswa YES 2019

Lolos Program Beasiswa YES 2019, 80 Pelajar Indonesia Siap ke Amerika Serikat

Segera Daftar, Program Beasiswa Lister Indonesia Untuk Mahasiswa dan Youtuber

Dewi mengaku bingung. Tahun ini, memasuki tahun ketiga bekerja sebagai manajer keuangan, karirnya merasa mentok.

Di satu sisi Dewi ingin terus bekerja, tapi di sisi yang lain ada dorongan untuk resign dan membuka bisnis sendiri (startup).

Dewi bilang, belakangan dorongan untuk menjadi enterpreneuer itu malah lebih kencang.

Namun, selain jejaring yang luas, untuk menjadi pebisnis dia mengaku butuh wawasan baru, terutama dari sisi manajerial dan kemampuan menganalisis masalah dan solusi.

"Saya mau terjun ke bisnis digital, bisnis database, jadi memang butuh sekolah lagi dan harus ke luar negeri. Niatnya sih ke Amerika. Bukan cuma butuh wawasan, tapi juga butuh challenge, perlu kondisi yang bisa membentuk saya lebih mandiri dan kuat bersaing sih," ucap Dewi, Senin (5/8/2019).

Dewi turut mengatakan ingin mengambil program bisnis atau Master of Business Administration ( MBA) untuk mengasah pengetahuan baru dan keahlian untuk bisa bersaing secara profesional di kancah internasional.

Dia mengakui, di era milenial saat ini persaingan bisnis digital makin ketat.
Ketatnya persaingan itu bukan cuma di Indonesia, bahkan di negara lainnya.

Halaman
1234
Editor: Putri Larasati Anggiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved