Anggota Polres Karimun Ikut Tes Psikologi Untuk Miliki Senjata Api, Kapolres Karimun Ungkap Begini

Anggota Polres Karimun ikut tes psikologi untuk memegang senjata. Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya ungkap banyak senjata ditarik dari anggota.

Anggota Polres Karimun Ikut Tes Psikologi Untuk Miliki Senjata Api, Kapolres Karimun Ungkap Begini
tribunbatam.id/Elhadif Putra
Sebanyak 40 personel Kepolisian Resort (Polres) Karimun menjalani tes untuk rekomendasi kepemilikan atau izin memegang senjata api. Tes psikologi yang digelar oleh Biro Sumber Daya Manusia Kepolisian Daerah (SDM Polda) Kepri tersebut berlangsung di Gedung Serba Guna Markas Polres Karimun, Rabu (7/8/2019). 
TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Sebanyak 40 personel Kepolisian Resort (Polres) Karimun menjalani tes untuk rekomendasi kepemilikan atau izin memegang senjata api.
 
Tes psikologi yang digelar oleh Biro Sumber Daya Manusia Kepolisian Daerah (SDM Polda) Kepri tersebut berlangsung di Gedung Serba Guna Markas Polres Karimun, Rabu (7/8/2019).
 
Tujuan tes tersebut adalah agar pemilik tidak menyalahgunakan senjata yang bakal dipercayakan kepadanya.
 
Kepala Bagian (Kabag) Psikologi Biro SDM Polda Kepri, Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP) Abdul Hamid menjelaskan setiap anggota yang menggunakan senjata api harus menjalani tes.
 
"Apakah masih layak atau tidak," kata Abdul Hamid.
 
Hamid menyampaikan tidak hanya tes psikologi saja, personel Kepolisian Republik Indonesia (Polri) juga harus menjalani berbagai tes.
 
Misalnya, cek kondisi mental atau kejiwaan. Selain itu para anggota juga harus melalui saringan dengan rekomendasi Kapolres sebagai pimpinan
 
Telangga Gire menyerahkan satu pucuk senjata api jenis Mosser kepada Dandim 1714/PJ Letkol Inf Agus Sunaryo Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Sabtu (08/06/2019)
Telangga Gire menyerahkan satu pucuk senjata api jenis Mosser kepada Dandim 1714/PJ Letkol Inf Agus Sunaryo Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Sabtu (08/06/2019) (dok Pendam XVII Cenderawasih)
 
"Bukan hanya soal kedinasan, melainkan juga bagaimana mereka ada di dalam masyarakat dan keluarga," ujar Abdul Hamid.
 
Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Karimun, AKBP Hengky Pramudya mengatakan beberapa senjata api milik anggotanya telah ditarik.
 
Karena anggota tersebut tidak disiplin dan menyalahi aturan dalam bertugas, antara lain karena terlibat narkotika dan obat terlarang (Narkoba) dan masalah disiplin masuk kerja.
"Ada anggota yang kita tarik senjata apinya. Tapi tidak ada yang menyalahgunakan senjata api," kata Hengky.
 
Pada saat tes, terlihat seluruh anggota menjalaninya dengan serius.
 
Pada lembaran kertas mereka membuat gambar-gambar yang diinstruksikan oleh penguji dari Polda Kepri. (TRIBUNBATAM.id/Elhadif Putra)
Penulis: Elhadif Putra
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved