Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Berdampak Ke Malaysia dan Singapura, Begini Penjelasan BMKG

Data BMGK Pekanbaru menyebutkan, akibat asap kondisi jarak pandang terbatas paling parah di Kota Dumai. Kota di tepi pantai timur Sumatera menghadap

Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Berdampak Ke Malaysia dan Singapura, Begini Penjelasan BMKG
TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO
Presiden RI Joko Widodo saat mengunjungi kebakaran hutan di Sumatera Selatan 

TRIBUNBATAM.id,  BATAM - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah daerah di Provinsi Riau seolah tiada habisnya.

Beberapa tahun terakhir ini, ribuan hektare rusak akibat Kebakaran di daerah itu.

Bahkan Rabu (7/8) kemaren merupakan yang terbaru, Karhutla kembali terjadi.

Rilis BMKG Pekanbaru hari ini, pantauan satelit Terra/Aqua sebaran titik panas (hotspot) kembali muncul.

Pada tingkat kepercayaan 70 persen, sebaran titik panas terdapat 37 lokasi.

Dapat Kunjungan Dari Konsultan Jendral Tiongkok, Walikota Batam Langsung Minta Transfer Ilmu

Kongres PDIP di Bali, Ketua DPD PDIP Kepri HM Soerya Respationo Diberi Mandat Pimpin Sidang Kongres

KPK Kembali Periksa Juniarto Ajudan Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Punya Rumah Mewah Rp 2 Miliar

Hingga Juli, Utang Pemerintah Menambah Rp 24,8 Triliun untuk Tutup Defisit

Titik panas itu terdapat di Kabupaten Rokan Hilir 2, Siak 7, Indragiri Hilir 9, Indragiri Hulu 5, Pelalawan 6. Meranti 1, Bengkalis 5.

"Jarak pandang di Pekanbaru pagi pukul 07.00 ini 4 Km kondisi asap," kata Staf Analisis BMKG Pekanbaru, Mia Vadilla dalam rilisnya.

Data BMGK Pekanbaru menyebutkan, akibat asap kondisi jarak pandang terbatas paling parah di Kota Dumai. Kota di tepi pantai timur Sumatera menghadap ke Selat Malaka itu jarak pandang hanya tembus 2 Km karena asap.

Kondisi lainnya yang cukup parah akibat asap, berada di Kabupaten Pelalawan. Di kabupaten yang bersebelahan dengan Pekanbaru ini, masih terdapat sebaran titik panas yang membuat jarak pandang hanya 3 Km.

Sebanyak 1.136 warga Kota Pekanbaru sudah terserang Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Hal itu diduga diakibatkan asap kebakaran lahan dan hutan di sejumlah wilayah di Riau.

Halaman
12
Penulis: Leo Halawa
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved