Wali Kota Kota Tanjungpinang Syahrul Puji Kreativitas SMPN 5 Tanjungpinang Manfaatkan Sampah Plastik

Wali Kota Tanjungpinang memuji kreativitas pelajar SMPN 5 Tanjungpinang. Inilah hal yang membuat Syahrul memuji mereka.

Wali Kota Kota Tanjungpinang Syahrul Puji Kreativitas SMPN 5 Tanjungpinang Manfaatkan Sampah Plastik
TRIBUNBATAM.id/Endra Kapura
Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul hadiri gerakan pengurangan sampah di sekolah se-Kota Tanjungpinang, di lapangan upacara SMP Negeri 5 Tanjungpinang. 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang melaksanakan Pencanangan Gerakan Pengurangan Sampah di Sekolah se-Kota Tanjungpinang, di Lapangan Upacara SMP Negeri 5 Tanjungpinang, Kamis (08/08/2019). 

Wali Kota Tanjungpinang, H Syahrul mengatakan, diperlukan aksi nyata dari diri sendiri dan semua elemen, baik masyarakat, pemerintah, kepala sekolah, dan lembaga masyarakat untuk menggurangi sampah.

Permasalahan sampah  telah menjadi masalah global, tak terkecuali Indonesia yang menduduki peringkat ke dua negara penghasil sampah plastik di lautan dan penghasil sedotan plastik sekali pakai setelah negara Tiongkok.

“Akibatnya, potensi pencemaran sampah plastik tidak hanya berdampak bagi kehidupan laut tetapi juga bagi kesehatan manusia ketika ikan terkontaminasi plastik dan dikonsumsi manusia,” ujar Syahrul. 

Setelah Batam, Malaysia dan Filipina, Kamboja Juga Digempur Ribuan Ton Sampah Plastik

Dampak Larangan China, Sampah Plastik Intai Batam, Filipina dan Malaysia Juga Menolak

Harga Premium Mahal, Warga Tanjungpinang Ini Ciptakan Sendiri Bensin dari Sampah Plastik

Hebat, Pria Ini Kelola Sampah Plastik Hingga Menghasilkan Bensin dan Solar

Menurut Syahrul, larangan menggunakan sedotan plastik bagi seluruh peserta didik SMP Negeri 5 Tanjungpinang merupakan suatu gebrakan dan inovasi yang luar biasa guna menggurangi timbunan sampah dan penggunaan sampah plastik sedotan di sekolah.

"Untuk itu, saya mengapresiasi kegiatan yang telah dilakukan oleh SMP Negeri 5 Tanjungpinang dalam setahun terakhir ini.

Kegiatan ini akan membantu mengurangi satu satu miliiar sedotan plastik yang dibuang per tahun dan juga penyelamatan lingkungan dari pencemaran penggunaan plastik," lanjut Syahrul.

Sekolah adalah tempat untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkarakter.

Kalau sekolah itu tertata, siswa-siswinya punya kebiasaan baik, cinta terhadap lingkungan, maka Indonesia, khusunya Kota Tanjungpinang ke depannya akan menjadi contoh bagi daerah dan negara lainnya.

Syahrul juga mengintruksikan, bagi kepala organisasi perangkat daerah (OPD) agar dapat hadir di setiap sekolah yang ada dikota Tanjungpinang, untuk memberikan sosialisasi. 

Jaring ikan yang terbuat dari plastik merupakan bagian dari sampah plastik yang diangkut dari Samudera Pasifik.
Jaring ikan yang terbuat dari plastik merupakan bagian dari sampah plastik yang diangkut dari Samudera Pasifik. (THE OCEAN CLEANUP)

"Saya intruksikan kepada kepala OPD terkait agar dapat menyempatkan diri hadir pada apel di setiap sekolah di Tanjungpinang.

Ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa supaya dapat mengurangi sampah saat di sekolah, khususnya bahaya penggunaan sampah plastik.

Saya berharap supaya sekolah-sekolah lain dapat mengikuti langkah yang dilakukan oleh SMP Negeri 5 Tanjungpinang," ajak Syahrul.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Atmadinata mengakui, gerakan pengurangan sampah di sekolah se-Kota Tanjungpinang merupakan upaya untuk menciptakan kebiasaan yang baik kepada peserta didik.

Kegiatan ini merupakan penguatan pendidikan karakter dan budi pekerti.

Lama-kelamaan akan ada tradisi dan budaya di SMP Negeri 5 Tanjungpinang.

Dia menginginkan supaya kebiasaan ini tidak hanya diimplentasikan di sekolah saja, tetapi budaya ini dibawa kembali ke rumah, ditularkan kembali kepada keluarga bahkan lingkungan.

Dibanding Tahun lalu, Pembeli Hewan Kurban di Tahun 2019 Meningkat, Bahkan Pembeli Dari Luar Negeri

Plt Gubernur Kepri Isdianto Ingin Pariwisata Kepri Bisa Tarik Wisman Lebihi Daya Tarik Bali

VIDEO Gelak-tawa Saat Soerya Respationo Lantik Megawati Soekarnoputri Sebagai Ketua Umum PDIP

Perwakilan Badan Usaha Taksi Online Curhat Dengan Wali Kota Batam, Salah Satunya Masalah Kuota

”Inovasi ini bisa diadopsi di satuan pendidikan di kota Tanjungpinang.

Kebiasan baik patut kita jadikan panutan,” ucap Syahrul.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Tanjungpinang, Yulismar menjelaskan, kebijakan larangan penggunaan sedotan di sekolahnya sudah dilakukannya setahun yang lalu.

Hal ini juga merupakan satu dari misi SMP Negeri 5 Tanjungpinang yaitu pengelolaan sampah. 

Sampah berserak di sekitar bahu jalan raya sekitar Taman Yasmin Kebun, Kecamatan Nongsa, Kota Batam. Sampah-sampah ini merupakan jenis sampah rumah tangga.
Sampah berserak di sekitar bahu jalan raya sekitar Taman Yasmin Kebun, Kecamatan Nongsa, Kota Batam. Sampah-sampah ini merupakan jenis sampah rumah tangga. (tribunbatam.id/dipa nusantara)

”Awalnya saya melihat sisa-sisa sampah yang tidak memiliki nilai jual berserakan.

Misalnya, sedotan dan tutup botol.

Sejak itu, saya membuat kebijakan melarang menggunakan sedoatan plastik di sekolah dan menggantinya dengan sedotan ramah lingkungan,” ungkap Yulismar.(TRIBUNBATAM.id/Endra Kaputra)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved