Saat SD Kerap Di-bully, Angga Anak Penjual Gorengan di Boyolali Kini Raih Gelar Master di Skotlandia

Angga Fauzan, anak seorang penjual gorengan dari Cepogo, Boyolali, yang menorehkan prestasi gemilang di bidang akademik. Angga Fauzan berhasil meraih

Saat SD Kerap Di-bully, Angga Anak Penjual Gorengan di Boyolali Kini Raih Gelar Master di Skotlandia
TWITTER
Angga Fauzan, anak penjual gorengan yang raih gelar master 

Semenjak di Boyolali, orangtua Angga Fauzan menjajal berbagai macam usaha untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga.

Terutama sang ibu, mulai dari jualan es campur, siomay, hingga gorengan dilakoni ibu Angga Fauzan.

Dipersekusi dan kesulitan biaya sekolah

Penderitaan Angga Fauzan tak berhenti sampai di sini saja. Di sekolah barunya, ia kerap dipersekusi teman-temannya.

"Di-bully dan dikeroyok selama bertahun-tahun itu gak enak parah. Aku sering pulang sekolah langsung nangis, salah satunya pas diajak (dipaksa) bolos pas jam kosong. Itu pada ngerokok plus joget-joget gak jelas di rumah salah satu dari kami dan aku dipaksa juga tapi aku gak mau ngerokok. Mau lapor guru gak berani," ungkap Angga Fauzan.

Titik terang datang pada Angga Fauzan saat ia masuk ke SMP 2 Boyolali.

Bertemu dengan orang baru yang lebih keterogen, kehidupan sekolah Angga Fauzan lebih baik dibanding saat SD dulu.

Di SMP Angga Fauzan kerap menghabiskan waktu membaca buku di perpustakaan.

Beberapa buku dari penulis terkenal ia baca sampai selesai.

"Nah pas aku mau masuk SMP tujuanku tadi, orangtua gak ngebolehin awalnya. Karena gak punya uang. perjalanan pulang-pergi ke Boyolali kota tuh (biayanya) 3 ribu, naik bis total perjalanan bisa 2-3 jam. Butuh berminggu-minggu sampai akhirnya bapak mau nyari utangan biar anaknya sekolah di situ," ungkap Angga Fauzan.

Halaman
1234
Editor: Zabur Anjasfianto
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved