Begini Cara Memilih Perusahaan Dana Pensiun yang Benar

Menyisihkan dana pensiun untuk kebutuhan masa tua nanti merupakan keputusan tepat.

Begini Cara Memilih Perusahaan Dana Pensiun yang Benar
SOWETANLIVE
Ilustrasi mempersiapkan dan pensiun 

TRIBUNBATAM.id - Menyisihkan dana pensiun untuk kebutuhan masa tua nanti merupakan keputusan tepat.

Nantinya Anda bisa tetap mendapatkan pemasukan dari pendapatan yang dikelola ke instrumen investasi meski sudah tidak lagi bekerja.

Ada berbagai lembaga keuangan yang menyiapkan instrumen untuk keperluan pensiun dengan mekanisme yang relatif mudah, bisa pribadi maupun melalui perusahaan. Pembayaran iuran pun dapat melalui sistem potong gaji atau potong rekening secara otomatis.

Namun untuk memilih perusahaan pengelola dana pensiun juga harus berhati-hati karena dikhawatirkan dana yang Anda setor justru disalahgunakan.

Wakil Ketua Umum Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Nur Hasan Kurniawan mengatakan, ada tiga hal yang perlu diperhatikan masyarakat dalam memilih perusahaan pengelola dana pensiun.

Senin (12/8) Rupiah Melemah ke Level Rp 14.223 per Dolar AS

Lewat Instagram, OVO Akui Terjadi Gangguan

Mobil Listrik Nissan Leaf akan Hadir di Indonesia Maret 2020

Instagram Juga Punya Layanan Videocall Lho! Begini Tutorialnya

 

Pertama, pilihlah perusahaan yang mempunyai sistem teknologi informasi yang handal dan mendukung kecepatan dalam keakuratan data.

“Masalah sistem teknologi informasi yang belum maksimal perlu menjadi perhatian agar industri dana pensiun terus tumbuh,” kata Hasan, kepada Kontan.co.id, pekan lalu.

Kedua, perusahaan yang telah menyertifikasi direksi, karyawan maupun tenaga pemasar.

Hal ini lantaran masih banyak pelaku dana pensiun yang belum tersertifikasi di dalam tubuh industri. Sementara ketiga adalah perusahaan mempunyai strategi pemasaran yang cukup kompetitif.

Waktu terbaik untuk ikut dana pensiun ketika masih bekerja sehingga cicilan untuk masa tua semakin ringan. Sementara uang pensiun bisa diambil saat peserta masuk usia pensiun.

“Namun kenyataannya sekarang, banyak peserta sebelum masuk usia pensiun sudah mengambil dana pensiun setelah resign bekerja untuk asalan konsumtif dan alasan lainnya,” keluhnya.


Editor: Rio Batubara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved