Perang Dagang, Korea Selatan Coret Jepang dari Daftar Mitra Dagang Utama

Perang dagang kedua negara bertetangga ini dimulai bulan lalu ketika Tokyo menerapkan kontrol pada ekspor tiga bahan kimia ke Korea Selatan.

Perang Dagang, Korea Selatan Coret Jepang dari Daftar Mitra Dagang Utama
YouTube
Warga Jepang mencoba VR buatan Samsung dalam sebuah pameran teknologi di Tokyo, beberapa waktu lalu 

TRIBUNBATAM.ID, SEOUL - Perang dagang tidak hanya terjadi antara dua raksasa Amerika Serikat dan China, tetapi juga antara dua negara bertetangga, Korea Selatan dan Jepang.

Korea Selatan bahkan menghapus Jepang dari daftar mitra dagang utama.

Hal yang dilakukan oleh Korea Selatan ini akan memberi dampak terhadap perusahaan-perusahaan teknologi.

Dikutip dari CNN, Senin (12/8/2019), Menteri Perdagangan Korsel Sung Yun-Mo mengatakan, status Jepang yang merupakan mitra perdagangan paling terpercaya akan digantikan dengan status baru di sebuah kategori yang juga baru.

Penggantian status ini berarti, perusahaan-perusahaan Korea Selatan yang melakukan ekspor ke Jepang harus menyelesaikan dokumen yang lebih banyak, waktu persetuaan dokumen yang lebih lama dan waktu izin yang lebih singkat.

Petinggi di Korea Selatan tidak spesifik menyebutkan barang apa saja yang akan terdampak.

"Korea Selatan membuka pintunya untuk berdiskusi dengan Jepang apabila pemerintah Jepang meminta untuk berdiskusi," ungkap Sung.

Menurut Sung, keputusan yang diambil adalah berdasarkan diskusi yang terjadi pada minggu lalu, dan keputusan ini bukanlah respon dari kebijakan baru yang dibuat oleh pemerintah Jepang.

Kebijakan yang dimaksud adalah, kebijakan Jepang yang menghapus Korea Selatan sebagai partner perdagangan istimewa yang dilakukan pada awal bulan ini.

Suasana panas antara kedua negara ini dimulai bulan lalu ketika Tokyo menerapkan kontrol pada ekspor tiga bahan kimia ke Korea Selatan.

Bahan-bahan tersebut digunakan untuk membuat chip komputer.

Bahan tersebut pun sangat penting bagi perusahaan seperti Samsung dan perusahaan Korea Selatan lainnya yang membuat semikonduktor.

Pembatasan ini mengharuskan perusahaan Jepang untuk mengajukan lisensi untuk masing-masing produk, ini merupakan proses yang dapat memakan waktu hingga 90 hari.

Pekan lalu, Jepang menyetujui ekspor pertama salah satu bahan kimia ke Korea Selatan, tetapi memperingatkan bahwa pihaknya dapat memperluas pembatasan dalam berurusan dengan negara tetangganya ini.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Korsel Hapus Jepang dari Daftar Mitra Dagang Utama"

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved