Pemko Tanjungpinang Tata Ulang PKL di Tepi Laut dan Taman Batu 10, Targetnya Untuk Naikkan PAD

Keberadaan PKL di Kota Tanjungpinang akan ditata ulang oleh Pemko Tanjungpinang. Usulan penataan itu sedang diajukan ke Wali Kota Tanjungpinang.

Pemko Tanjungpinang Tata Ulang PKL di Tepi Laut dan Taman Batu 10, Targetnya Untuk Naikkan PAD
tribunnews batam/eko setiawan
Seorang pedagang kaki lima duduk di bekas Kios Dangrani tepatnya di depan Komplek Bumi Indah, Nagoya, Batam, Minggu (24/7/2016). 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Tanjungpinang akan ditata oleh Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang.

Selama ini banyak PKL berjualan di trotoar jalan, baik jalan protokol atau jalan nasional di ibu kota Provinsi Kepri.

Hal tersebut disampaikan Kepala Satpol PP melalui Kasi Operasional (Kasi Ops) Dian Asmara Siregar.

"Dasar kita, sesuai yang tertuang pada Peraturan Presiden (Pepres) nomor 125 tahun 2012 tentang Koordinasi Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima," kata Dian, Selasa (13/08/2019).

Dian menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan konsep terkait penataan PKL.

PKL Buka Lapak di Halte Batuaji, Kepala Dinas Perhubungan Baru Tahu, Begini Tanggapannya

Video Detik-detik PKL Tak Rela Digusur Lalu Nekat Siram Kepala Satpol PP Medan dengan Air Mendidih

Pemko-DPRD Batam Sahkan Ranperda PKL, Para Pedagang Kaki Lima Segera Ditarik Retribusi

Setelah Ditolak, Akhirnya Pemko Batam Menerima Ranperda PKL, Ini Alasannya

Nantinya para PKL ditata dengan baik dan ditempatkan di suatu tempat yang sekarang sedang diajukan ke Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang.

"Penataan baik bisa memperindah kota, serta lebih meningkatkan perekonomian masyarakat dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Kota Tanjungpinang," sebut Dian.

Menurut Dian, potensi PAD bisa didapat dari retribusi sampah, lampu, parkiran dan tempat penyimpanan gerobak pedagang.

Semuanya akan dikelolah oleh instansi terkait.

"Dari retribusi tersebut nanti kita akan menargetkan sebanyak Rp 1,1 miliar per tahunnya untuk PAD dan 2 hingga 5 persen untuk peningkatan perekonomian masyarakat.

Ini semua bertujuan untuk memajukan Tanjungpinang dalam sektor pariwisata juga," ucap Dian.

Dian menjelaskan, apabila nanti konsep tersebut disepakati Wali Kota maka penataan PKL nantinya akan ditempatkan di beberapa titik.

"Di kawasan Tepi Laut kita buat sistemnya buka tutup, mulai buka pukul 16.00 WIB sampai tutup pukul 03.00 WIB hari berikutnya.

Titik lain semisal di Batu 9 dan Taman Batu 10," kata Dian. (TRIBUNBATAM.id.id/Endra Kaputra)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved