Pria Pemilik Bayi Prematur di Batam yang Meninggal Dunia, Kecewa Pada Ombsman, Begini Alasannya

Pria yang anaknya ditolak oleh RS di Kota Batam kecewa pada Ombudsman. Terungkap alasannya Ini.

Pria Pemilik Bayi Prematur di Batam yang  Meninggal Dunia, Kecewa Pada Ombsman, Begini Alasannya
TRIBUNBATAM.id/Dipa Nusantara
Seorang kepala keluarga di Kota Batam, Rimansyah harus alami kekecewaan setelah anak ketiganya Azura Hafidzah meregang nyawa, Jumat (26/7/2019) lalu. Azura yang lahir prematur ini sempat ditolak oleh sebuah rumah sakit swasta di Kota Batam sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Kota Batam. Di rumah sakit milik pemerintah daerah ini, Azura mengembuskan napas terakhir. Foto ini diambil saat Rimansyah sekeluarga bersimpuh di pusara anak ke tiganya itu. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Kasus bayi prematur di Kota Batam hingga kini, Selasa (13/8/2019), belum menemukan titik terang.

Orangtua bayi, Rimansyah mengaku kecewa akan lambannya tindakan dari Ombudsman Perwakilan Kepri untuk menyikapi laporan miliknya.

“Saya sudah membuat laporan sejak beberapa waktu lalu, tapi hingga sekarang belum ketemu titik terang,” ucapnya kepada TRIBUNBATAM.id, Selasa (13/8/2019) sore.

Dia menjelaskan, saat laporan dibuat, pihak Ombudsman meminta waktu darinya selama tujuh hari kerja untuk mendalami perihal kasus ini.

Managemen Akui PT Unisem di Kota Batam Susah Merugi Sejak 2011 Silam, Ini Rinciannya

Beberapa Anggota DPRD Kota Batam Tak Terpilih Lagi, Nasib Kampung Tua Kian Lama Terwujud

BP Batam Siap Carikan Lahan di Kota Batam Untuk Pembangunan Sekolah, Tapi Ini Catatan BP Batam

Staf 13 Rumah Sakit Hong Kong Demo Duduk, Kutuk Tindakan Keras Polisi Tembak Mata Demonstran

“Sekarang sudah lebih dari waktu yang dijanjikan, itu pun surat pemberitahuan dari Ombudsman terkait proses pemeriksaan sedang berjalan baru sampai tadi,” tambahnya.

Dalam surat itu tertulis, Ombudsman telah menerima laporan Rimansyah terkait dugaan penolakan Rumah Sakit (RS) Graha Hermine Batam tidak memberikan pelayanan terhadap bayinya yang lahir prematur.

Ketua Perkumpulan Anak Medan Milenial (PAMM) Kota Batam, Aksa Halatu, menyayangkan sikap RS. Graha Hermine Batam atas tindakan menolak pasien beberapa waktu lalu. Ia juga meminta Ombudsman Kepri untuk segera menindaklanjuti laporan orangtua bayi, Rimansyah.
Ketua Perkumpulan Anak Medan Milenial (PAMM) Kota Batam, Aksa Halatu, menyayangkan sikap RS. Graha Hermine Batam atas tindakan menolak pasien beberapa waktu lalu. Ia juga meminta Ombudsman Kepri untuk segera menindaklanjuti laporan orangtua bayi, Rimansyah. (tribunbatam.id/Dipa Nusantara)

Tertulis pula, saat ini pihak Ombudsman sedang melakukan pemeriksaan substantif oleh Tim Pemeriksaan yang ditunjuk untuk menangani kasus ini.

Namun, Ketua Ombudsman Perwakilan Kepri, Lagat Parroha, hingga kini belum menjawab konfirmasi Tribun Batam. (TRIBUNBATAM.id/Dipa Nusantara)

Penulis: Dipa Nusantara
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved