AS Tunda Kenaikan Tarif, Bursa China Menghijau

Bursa China tampak melaju pada transaksi perdagangan pagi ini, Rabu (14/8)

AS Tunda Kenaikan Tarif, Bursa China Menghijau
Tribunnews.com
Ilustrasi pergerakan saham Asia 

TRIBUNBATAM.id - Bursa China tampak melaju pada transaksi perdagangan pagi ini, Rabu (14/8).

Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 10.02 waktu setempat, Shanghai Composite Index melesat 1%. Sementara, indeks CSI 300 naik 1,2%.

Saham-saham teknologi tampak memimpin kenaikan. Sebut saja Luxshare Precision Industry Co dan GoerTek Inc.

Tak hanya itu, indeks Hang Seng juga tampak melaju sebesar 1,1% meskipun aksi demonstrasi di bandara Hong Kong berakhir ricuh dan menyebabkan pembatalan penerbangan untuk hari kedua pada Selasa (13/8).

Mata uang yuan menguat di pasar offshore, meski masih melampaui level 7 versus dollar setelah AS mengumumkan akan menunda kenaikan tarif impor.

Saat Presiden AS Donald Trump mengancam akan menaikkan pajak impor sebesar 10% pada awal bulan ini, pasar saham China memerah dan yuan langsung keok menembus level 7 untuk kali pertama dalam satu dekade terakhir.

 Kurs Jisdor Rabu (14/8), Rupiah Menguat ke Level Rp 14.234

 Nginep di Hotel Cuma Bayar Rp 17 Ribuan, Simak Promo Aplikasi OYO HUT RI

 HP ANDROID 2019 - Inilah 5 Hape dengan Fitur Fingerprint Dalam Layar Terbaik Saat Ini

 Ramalan Zodiak Besok, Kamis 15 Agustus 2019, Capricorn Rawan Selingkuh, Taurus Ada Proyek Baru

 

Pada Rabu pagi, nilai yuan di pasar offshore kembali melemah 0,35% dan diperdagangkan di level 7,0376.

"Sentimen ini hanya memberikan efek sementara, terlebih lagi di Hong Kong dibanding China. Semua orang tahu bahwa sengketa perdagangan tak akan hilang dalam semalam," jelas Liang Jinxin, analis Tianfeng Securities kepada Bloomberg.

Investor saat ini tampak berhati-hati, sebab sengketa dagang masih dipenuhi dengan ketidakpastian.

Selain itu, masih banyak barang-barang impor China masih ad dalam daftar yang terkena kenaikan pajak per 1 September nanti.

Aksi balas membalas antara AS dengan China mengancam perlambatan ekonomi global serta memicu perang dagang.

Belum lagi, aksi demonstrasi di Hong Kong belum menunjukkan sinyal-sinyal mereda, bahkan semakin panas.

Sementara itu, nilai tukar yuan di pasar onshore menguat 0,6% menjadi 7.0138 per dollar setelah People's Bank of China mematok nilai tukar mata uangnya ke level lebih kuat dari ekspektasi.

"PBOC sudah mematok yuan di pasar onshore lebih kuat dari prediksi selama beberapa sesi saat ini. Pemerintah masih melakukan intervensi yuan. Level 7 per dollar sepertinya level normal yang baru bagi yuan," papar Hao Zhou, senior emerging markets economist Commerzbank.

Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved