BATAM TERKINI

TIAP Pagi Jalanan di Batam Ini Selalu Macet, Bisa Mengular hingga 2 Kilometer

Padat merayap, kendaraan mengular kurang lebih dua kilometer dari Simpang Dam Muka Kuning sampai dengan Simpang Panbil.

TIAP Pagi Jalanan di Batam Ini Selalu Macet, Bisa Mengular hingga 2 Kilometer
TRIBUNBATAM.ID/IAN PERTANIAN
Arus kendaraan dari Batuaji menuju Batam Centre padat merayap. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Padat merayap, kendaraan mengular kurang lebih dua kilometer dari Simpang Dam Muka Kuning sampai dengan Simpang Panbil.

Seperti inilah pemandangan setiap hari di jalan R, Suprapto Batam, Provinsi Kepri.

Arus kendaraan di jalan R Suprapto yang datang dari arah Batuaji menuju Batam Centre setiap hari, dari pukul 07.00Wib sampai dengan pukul 09.00Wib. Padat merayap. Hal tersebut dikarenakan jarak uturn kawasan induastrial Muka Kuning atau yang akrab disebut simpang ABB dengan lampu merah panbil terlalu dekat.

Setiap pagi petugas sekuriti kawasan ABB berjaga di pinggir jalan R Suprapto dan menghentikan kendaraan yang datang dari arah Batuaji menuju Batam Centre saat ada kendaraan baik mobil maupun motor yang keluar dan masuk ke kawasan ABB.

Hal tersebut membuat arus kendaraan dari arah Batuaji menuju Batam Centre tersendat.

Andri, pengemudi angkutan umum Carry dari Batuaji -Muka Kuning mengatakan perjalanan dari Simpang Dam menuju Panbil yang biasanya jika tidak macet hanya tiga menit.

Namun pukul 07.00 WIB sampai jam 09.00 WIB bisa sampai 30 menit.

Posisi U Turn Depan Rosdale Dekat Traffic Light, Anggota DPRD Batam: Bisa Picu Kemacetan

Pengguna Jalan Simpang Barelang Harus Sabar Hadapi Macet Hingga 2020, Kenapa?

Masih Banyak Pedagang Kaki Lima, Tiap Hari Jalan R Suprapto Sagulung Batam Macet 2 Kilometer

"Ini sudah lama. Tapi kalau polisi menutup uturn di pinyu masuk kawasan ABB arus kendaraan lancar," kata Andri, Rabu (14/8/2019).

Namun selama ini halnitu sangat jarang dilakukan.

''Kadang kadang aja polisi tutup. Polisi biasanya hanya mengatur lalu lintas di lampu merah," kata Andri.

Sudung pengemudi angkutan Carry yang bisa mangkal di simpang Panbil mengatakan selama ini mereka yang menjadi tumbal.

"Kalau pagi kita tidak bisa nunggu sewa di simpang Panbil, alasannya macet. Sebenarnya yang buat macet arus kendaraan dari Batuaji, adalah petugas sekuriti kawasan ABB, yang sesukanya menghentikan kendaraan,' 'kata Sudung.

Dia juga mengatakan kalau ada kendaraan yang mau masuk ke kawasan dan juga kendaraan yang mau keluar. Kendaraan dari Batuajj langsung distop.

"Ya kepentingan merekalah. Kita memang tahu mereka digaji kawasan. Tapi janganlah semua kendaraan yang dari Batuaji jadi korban,"kata Sudung.

Sudung berharap pemerintah mengkaji ulang keberadaan uturn di pintu masuk kawasan ABB."Inikan jaraknya terlalu dekat,"kata Sudung. (Tribunbatam.id/Ian Sitanggang)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved