Bos Hotel Satria Karimun Klarifikasi Soal Video Berisi Pemukulan di Karimun yang Libatkan Dirinya

Pengusaha perhotelan di Karimun, Billy Bravomac memberikan klarifikasi soal video berisi adegan pemukulan yang melibatkan dirinya.

Bos Hotel Satria Karimun Klarifikasi Soal Video Berisi Pemukulan di Karimun yang Libatkan Dirinya
tribunbatam.id/Elhadif Putra
Billy, satu dari tiga bos Hotel Satria di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri memberikan klarifikasi atas keterangan yang disampaikan oleh karyawannya, Rabu (7/8/2019). 
TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Pengusaha perhotelan di Karimun, Billy Bravomac membeberkan kronologi peristiwa pemukulan yang terjadi di Kelenteng Cetiya Arya Deva, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Pemukulan ini terekam CCTv kelenteng di mana terlihat aksi pemukulan oleh adik ipar Billy berinisial Al (14) terhadap seorang remaja laki-laki berinisial Tr (17).
Dalam rekaman CCTv tersebut Billy beserta beberapa pria berada di lokasi.
Pada kasus ini Billy dan pihak keluarga Tr saling membuat laporan ke Polres Karimun.
"Mereka saling melaporkan.
Sejauh ini baru itu yang dapat saya sampaikan," kata Kepolisian Resort (Kapolres) Karimun Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hengky Pramudya beberapa waktu lalu.
Billy yang dikonfirmasi mengatakan persoalan tersebut dipicu masalah antara Al dengan kakak kelasnya Tr.
 
Kapolsek Batuampar, Batam, AKP Ricky Firmansyah dalam ekspos perkara pemukulan anak di bawah umur oleh Hs, di Mapolsek Batuampar, Rabu (1/8/2018).
Kapolsek Batuampar, Batam, AKP Ricky Firmansyah dalam ekspos perkara pemukulan anak di bawah umur oleh Hs, di Mapolsek Batuampar, Rabu (1/8/2018). (tribun batam)
Diduga persoalan awal dipicu karena suara knalpot sepeda motor Al yang dirasa mengganggu.
"Tr ini menyampaikan pesan lewat temennya agar adik ipar saya jangan banyak gaya," kata Billy, Kamis (15/8/2019).
Pada Kamis (7/8/2019) Al yang mendapatkan pesan kemudian bertanya kepada Tr.
Karena merasa persoalan itu belum selesai, Al mendatangani Tr di kawasan Meral.
"Adik ipar saya datang agar masalahnya selesai," lanjut Billy.
Namun, bukannya berbicara dengan baik, namun Tr menyambut Al dengan hujatan.
Tidak sampai di situ saja, Tr mengajak Al beradu fisik.
Di sana Al mengaku dikerumuni sejumlah orang dan kemudian dipukuli oleh Tr.
 
Al juga menyebutkan dirinya harus meminta maaf kepada Tr.
Tr juga mengingatkan akan menghabisi Al apabila peristiwa itu tersebar.
Pasca peristiwa, Billy mendatangi Tr di Kelenteng Cetiya Arya Deva.
Billy mengaku tidak memukul Tr.
Pada saat berada di kelenteng, Tr sendirilah yang meminta Al memukul dirinya.
"Saat saya ke sana itu, dari kami tidak ada yang memukul Tr.
Di sana Tr meminta adik ipar saya untuk memukul balik.
Malah sekarang, mereka menuntut karena sudah menganiaya dia (Tr).
Menganiayanya di mana, sebenarnya siapa yang menganiaya siapa," kata Billy.
Billy menyayangkan CCTV yang tersebar itu tidak memuat peristiwa secara keseluruhan atau terpotong.
"Apakah ada maksud lain di sini.
Ada tujuan lain atau mereka mau cari panggung sekarang," ungkap Billy. (TRIBUNBATAM.id/Elhadif Putra)
Penulis: Elhadif Putra
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved