Bung Karno Hukum Mati Sahabatnya Sendiri, Sosok Pentolan Pemberontak yang Bikin Soekarno Menangis

Soekarno pernah menangis dalam sejarah hidupnya. Soekarno tak kuasa menahan tangis saat ia harus menandatangani surat keputusan untuk menghukum mati K

Bung Karno Hukum Mati Sahabatnya Sendiri, Sosok Pentolan Pemberontak yang Bikin Soekarno Menangis
Kolase Grid.id dan Mahadper
Kartosoewirjo (kanan), Sosok Pentolan Pemberontak yang Bikin Soekarno Menangis 

TRIBUNBATAM.id - Soekarno menangis dalam sejarah hidupnya.

Kartosoewirjo, merupakan salah satu pentolan pemberontak DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) atau NII (Negara Islam Indonesia) yang sempat membuat Soekarno menangis.

Dilansir dari SOSOK.grid.id dalam artikel 'Bung Karno Menangisi Sahabatnya, Si Pria Pendek Bertubuh Kurus dan Rambut Keriting', Soekarno tak kuasa menahan tangis saat ia harus menandatangani surat keputusan untuk menghukum mati Kartosuwiryo

Yang membuat sedih Bung Karno bukanlah kelompok pemberontak tersebut, namun Kartosuwiryo pimpinan dari kelompok itu adalah sahabat masa muda Soekarno.

Kesedihan Soekarno atas Gugurnya 7 Jenderal TNI Korban G30SPKI
Kesedihan Soekarno atas Gugurnya 7 Jenderal TNI Korban G30SPKI (NET via Tribun Jateng)

Ketika menjabat menjadi Presden pasca Kemerdekaan Indonesia, selang berapa tahun kemudia meletuslah pemberontakan yang dipicu kekecewaan dan dipimpin oleh sang sahabat, Kartosoewirjo.

Salah satu keputusan berat yang harus diambil Soekarno adalah menandatangai vonis mati terhadap sahabatnya tersebut.

Karena Kartosoewirjo terbukti sebagai Imam dan Pimpinan Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia (DI/TII).

 Sejarah Hari Pramuka Sejak Era Soekarno, Kenali Sandi Morse hingga Semaphfor

 Kaitkan Dengan Al Quran, Ini Alasan Soekarno Pilih 17 Agustus Untuk Proklamasikan Kemerdekaan RI

 Kisah Soekarno Semprot Menlu AS Setelah Sidang PBB, ini Ucapan Bung Karno yang Terkenal

Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, berkas eksekusi mati tertulis nama itu berkali-kali disingkirkan dari meja kerja Soekarno.

Soekarno dan Kartosoewirjo sama-sama berguru kepada orang yang sama yakni HOS Tjockroaminoto.

"Pada 1918 ia adalah seorang sahabatku yang baik. Kami bekerja bahu membahu bersama Pak Tjokro demi kejayaan Tanah Air.

Pada tahun 20-an di Bandung kami tinggal bersama, makan bersama, dan bermimpi bersama-sama. Tetapi ketika aku bergerak dengan landasan kebangsaan, di berjuang semata-mata menurut azas agama", Kata Soekarno yang dikutip dari buku "Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat.

Kartosoewirjo di Pengadilan Mahkamah Darurat Perang
Kartosoewirjo di Pengadilan Mahkamah Darurat Perang (Mahadper)
Halaman
1234
Editor: Zabur Anjasfianto
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved