Indonesia Jadi Negara Terseksi dalam Jalur Sutera Masa Depan yang Digagas China

Indonesia salah satu negara terseksi di Asia Tenggara bagi perusahaan-perusahaan infrastruktur yang ingin terlibat dalam gagasan jalur sutera China

Indonesia Jadi Negara Terseksi dalam Jalur Sutera Masa Depan yang Digagas China
scmp/MRL
Jalur Sutera China dan ECRL Malaysia 

TRIBUNBATAM.ID, SINGAPURA - Indonesia adalah salah satu negara terseksi di Asia Tenggara bagi perusahaan-perusahaan infrastruktur yang ingin terlibat dalam gagasan jalur sutera China atau Belt and Road Initiative, menurut survei terbaru.

Selain Indonesia, para pengusaha juga melirik Vietnam dan Singapura, namun negara terakhir lebih banyak diincar sebagai fasilitator dan broker untuk berbagai proyek infrastruktur Asia Tanggara.

Proyek-proyek infrastruktur yang mereka incar meliputi kota-kota pintar, kawasan industri dan jalan, menurut Federasi Bisnis Singapura dan perusahaan jasa profesional PwC, dari survei terhadap hampir 50 eksekutif senior di berbagai industri, yang sebagian besar berbasis di Singapura.

Rincian penelitian ini diumumkan pada awal KTT infrastruktur ASEAN yang berlangsung dua hari di Singapura, demikian dilaporkan South China Morning Post.

Seksinya Jalur Sutera China, Dalam Sehari, Puluhan Negara Teken Kerjasama Senilai Rp 928 Triliun

Meski Ada Perang Dagang, Belanja Online di China Terus Tumbuh

Perang Dagang AS vs China Meletup Lagi. Trump Umumkan Tarif Impor Produk China, Ritel AS Terguncang

Asian Development Bank memperkirakan bahwa ekonomi Asia Tenggara akan membutuhkan US $ 210 miliar per tahun untuk investasi infrastruktur dari 2016 hingga 2030, untuk memastikan mereka terus tumbuh.

Seperti diketahui, China berambisi untuk menghubungkan 210 negara di kawasan Asia, Eropa dan Afrika dalam Belt and Road Initiative (BRI) dengan membangun jalur kereta api, jalan tol serta pelabuhan.

Foto udara simpang susuh jalan tol Kota Baru sehari sebelum diresmikan Presiden Joko Widodo pada awal Tahun 2018 lalu.
Foto udara simpang susuh jalan tol Kota Baru sehari sebelum diresmikan Presiden Joko Widodo pada awal Tahun 2018 lalu. (Tribunlampung.co.id/Noval Andriansyah)

Meskipun banyak yang mengktitik gagasan Presiden Xi Jinping ini sebagai upaya China untuk memperluas pengaruh geopolitiknya, namun China mengatakan bahwa mereka tidak ingin membangun visi besar itu sendirian.

April lalu, China mengundang ratusan negara yang berada dalam jalur BRI tersebut dan meminta untuk melakukan riset sendiri tentang keuntungan masa depan yang bisa mereka raih dengan jalur sutera tersebut.

Presiden Xi Jinping kepada para pemimpin dunia di Forum BRI kedua di Beijing berjanji bahwa inisiatif tersebut akan menguntungkan semua negara di dalamnya, tidak hanya China, sama dengan jalur sutera atau jalur perdagangan, berabad-abad yang lalu.

Dua Tahun Lagi Sudah Bisa Naik Kereta Api Cepat dari Singapura ke China

Data terbaru Fitch Solutions menunjukkan, Jepang masih lebih unggul dibanding China dalam proyek infrastruktur di enam ekonomi terbesar di Asia Tenggara, dengan nilai US $ 367 miliar dibandingkan US $ 255 miliar.

Halaman
12
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved