BATAM TERKINI

Investor Menyerah Kelola Sampah Batam Pakai Teknologi, Ternyata Ini Pemicunya!

Ada sejumlah investor dari beberapa negara yang tertarik mengolah sampah di Batam, menggunakan teknologi lebih tinggi. Sayangnya, tidak ada yang deal.

Investor Menyerah Kelola Sampah Batam Pakai Teknologi, Ternyata Ini Pemicunya!
TRIBUNBATAM.id/Dipa
Sampah berserak di sekitar bahu jalan raya sekitar Taman Yasmin Kebun, Kecamatan Nongsa, Kota Batam. Sampah-sampah ini merupakan jenis sampah rumah tangga. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Wali Kota Batam, Rudi menegaskan harus ada solusi untuk pengelolaan sampah di Kota Batam.

Hal ini disampaikan Rudi, dimintai tanggapannya soal kebakaran yang terjadi di lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur, Kamis (15/8) lalu.

Diketahui, selama ini pengelolaan sampah di TPA Telaga Punggur masih menggunakan sistem konvensional. Selain itu juga membutuhkan banyak lahan.

Beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota Batam menawarkan kerjasama dengan investor terkait pengelolaan sampah di Batam.

Ada sejumlah investor dari beberapa negara yang tertarik mengolah sampah di Batam, menggunakan teknologi yang lebih tinggi. Sayangnya, tidak ada yang 'deal'.

"Sudah balik semua (investor)," kata Rudi, Sabtu (17/8), usai upacara peringatan HUT RI ke-74 tahun tingkat Kota Batam di Dataran Engku Putri Batam.

Penyebabnya, tipping fee atau biaya tip yang diminta terlalu besar. Per tonnya bisa Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu. Sementara tonase sampah yang dihasilkan di Batam per harinya, terbilang besar. Rata-rata per harinya bisa 900 ton.

Kebakaran TPA Punggur Batam Selalu Berulang, Ini Rencana DLH Untuk Mengatasinya!

Api Masih Menyala, Cuaca Ekstrim Diduga Picu Kebakaran TPA Punggur Batam

TPA Punggur Batam Terbakar, Pemulung: Kobaran Api itu Selalu Terulang, Hampir Tiap Tahun!

"Bisa ratusan miliar hanya untuk pengelolaan di TPA saja, belum lagi untuk biaya angkutnya," ujarnya.

Sementara, investor ini hanya mengerjakan di bagian akhir, mengolah sampah di TPA.

Tidak termasuk pengangkutan sampah dari beberapa tempat lainnya di Batam.

Menurut Rudi, sangat disayangkan apabila banyak Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang tersedot hanya untuk mengelola sampah, kerjasama dengan investor itu.

"Kita sedang cari solusi mengolah sampah tanpa pakai APBD yang besar," kata Rudi. (tribunbatam.id/dewi haryati)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved